• Featured

    KEK Seimangkei

  • Featured

    Kawasan Ekonomi Khusus Seimangkei

  • Articles

    Modal menanam Sawit

  • Articles

    Permintaan CPO melonjak tajam

  • Wednesday, July 23, 2014

    Pelaku usaha siap menambah kapasitas pabrik biodiesel seiring akan diimplementasikannya kebijakan mandatori biodiesel 20% (B20) mulai tahun depan.

    Kebijakan B20 membutuhkan sedikitnya 7-8 juta kiloliter (kl) biodiesel per tahunnya, sementara itu saat ini kapasitas pabrik di Tanah Air hanya sebesar 5,6-5,7 juta kl.

    Ketua Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Togar Sitanggang mengungkapkan, pemerintah telah memulai uji coba B20 dengan melakukan uji jalan (road test) pada enam kendaraan, Kamis (17/7).

    Apabila B20 menjadi mandatori mulai 2016, kapasitas produksi industri biodiesel dalam negeri akan meningkat dua kali lipat dari saat ini 5,6-5,7 juta kl.

    Pengusaha Siap Tambah Kapasitas Pabrik Biodiesel

    Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B20
    Di sisi lain, Indonesia juga akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B20, padahal Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) masih B7,5. “Apabila sampai pada tahap itu, Indonesia perlu membangun pabrik biodiesel baru dari kapasitas produksi saat ini." Bagi produsen tidak sulit untuk menggenjot produksi atau menambah kapasitas pabrik, asal harga menguntungkan.

    Sejumlah produsen juga sempat melakukan uji coba hingga B80 dan tidak ada masalah,” kata dia di Jakarta, pekan lalu. Dalam catatan Kementerian ESDM, kapasitas terpasang pabrik bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel sebanyak 5,6 juta kl per tahun yang berasal dari 25 izin usaha niaga BBN. Namun saat ini, izin yang masih aktif berproduksi hanya 14 produsen dengan kapasitas 4,6 juta kl.

    Pada 2013, produksi biodiesel mencapai 2,8 juta kl atau naik 24% dari 2012 yang hanya 2,2 juta kl. Kementerian ESDM menilai, tingkat produksi biodiesel yang masih di bawah kapasitas terpasang masih membuka peluang pemanfaatan bahan bakar jenis tersebut untuk mensubstitusi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

    Program biodiesel sejak 1 September 2013 telah ditingkatkan dari 7,5% menjadi 10% (B10) melalui Permen ESDM No 25 Tahun 2013. Melalui aturan itu, pencampuran akan ditingkatkan menjadi 20% (B20) mulai 2016.

    Togar mengungkapkan, kebijakan mandatori biodiesel itu mampu mendorong produsen untuk berinvestasi guna meningkatkan kapasitas pabrik atau malah membangun pabrik baru.

    Contohnya, Sinar Mas yang membangun pabrik biodiesel berkapasitas 450 ribu kl per tahun di Dumai dan Sucofindo di Cilegon. Namun demikian, Apolin tidak memiliki angka investasinya, termasuk peluang penambahan investasi biodiesel dengan mandatori B20. “Kami belum bisa sebut berapa investasi untuk penambahan kapasitas atau pembangunan pabrik biodiesel baru tersebut. Yang pasti produsen siap untuk berinvestasi.

    Sekali lagi jaminan harga menjadi penting, saat ini harga patokan biodiesel belum menarik,” kata dia. Menurut Togar Sitanggang, saat ini harga patokan biodiesel masih mengacu MOPS (Mean of Platts Singapore) dan HPE (Harga Patokan Ekspor) selama satu tahun yang sudah berlaku sejak 2007.

    Harga patokan itu tidak sesuai karena MOPS berbasis minyak fosil, sedangkan biodiesel berbasis minyak nabati, artinya dua komoditas yang dihitung berbeda.

    Selama Februari-April 2014, perbedaan MOPS dan HPE mencapai 50-60% per ton. Dia mengungkapkan, saat ini memang tengah dikaji harga patokan biodiesel yang baru dengan tidak lagi menggunakan MOPS, namun masih deadlock dengan PT Pertamina.

    Apolin sendiri mengusulkan agar harga patokan biodiesel menggunakan MOPS biodiesel dan bisa diluncurkan akhir tahun ini. Usulan ini telah dibahas oleh Dewan Energi Nasional (DEN). “Selama harga belum ekonomis, ekspor masih menjadi pilihan. Formula harga biodiesel yang menguntungkan adalah harga minyak sawit ditambah US$ 150 dikali kl. Sedangkan harga biodiesel berdasarkan HPE dan MOPS rata-rata US$ 887 per kl dan US$ 890 per kl,” kata dia.

    Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tungkot Sipayung pernah memperkirakan, pengembangan industri biodiesel di Tanah membutuhkan investasi Rp 6 triliun guna meningkatkan kapasitasnya dari saat ini. Sumber:SP

    Pengusaha Siap Tambah Kapasitas Pabrik Biodiesel

    Posted at  10:25 PM  |  in  Kelapa Sawit  |  Read More»

    Pelaku usaha siap menambah kapasitas pabrik biodiesel seiring akan diimplementasikannya kebijakan mandatori biodiesel 20% (B20) mulai tahun depan.

    Kebijakan B20 membutuhkan sedikitnya 7-8 juta kiloliter (kl) biodiesel per tahunnya, sementara itu saat ini kapasitas pabrik di Tanah Air hanya sebesar 5,6-5,7 juta kl.

    Ketua Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Togar Sitanggang mengungkapkan, pemerintah telah memulai uji coba B20 dengan melakukan uji jalan (road test) pada enam kendaraan, Kamis (17/7).

    Apabila B20 menjadi mandatori mulai 2016, kapasitas produksi industri biodiesel dalam negeri akan meningkat dua kali lipat dari saat ini 5,6-5,7 juta kl.

    Pengusaha Siap Tambah Kapasitas Pabrik Biodiesel

    Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B20
    Di sisi lain, Indonesia juga akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B20, padahal Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) masih B7,5. “Apabila sampai pada tahap itu, Indonesia perlu membangun pabrik biodiesel baru dari kapasitas produksi saat ini." Bagi produsen tidak sulit untuk menggenjot produksi atau menambah kapasitas pabrik, asal harga menguntungkan.

    Sejumlah produsen juga sempat melakukan uji coba hingga B80 dan tidak ada masalah,” kata dia di Jakarta, pekan lalu. Dalam catatan Kementerian ESDM, kapasitas terpasang pabrik bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel sebanyak 5,6 juta kl per tahun yang berasal dari 25 izin usaha niaga BBN. Namun saat ini, izin yang masih aktif berproduksi hanya 14 produsen dengan kapasitas 4,6 juta kl.

    Pada 2013, produksi biodiesel mencapai 2,8 juta kl atau naik 24% dari 2012 yang hanya 2,2 juta kl. Kementerian ESDM menilai, tingkat produksi biodiesel yang masih di bawah kapasitas terpasang masih membuka peluang pemanfaatan bahan bakar jenis tersebut untuk mensubstitusi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

    Program biodiesel sejak 1 September 2013 telah ditingkatkan dari 7,5% menjadi 10% (B10) melalui Permen ESDM No 25 Tahun 2013. Melalui aturan itu, pencampuran akan ditingkatkan menjadi 20% (B20) mulai 2016.

    Togar mengungkapkan, kebijakan mandatori biodiesel itu mampu mendorong produsen untuk berinvestasi guna meningkatkan kapasitas pabrik atau malah membangun pabrik baru.

    Contohnya, Sinar Mas yang membangun pabrik biodiesel berkapasitas 450 ribu kl per tahun di Dumai dan Sucofindo di Cilegon. Namun demikian, Apolin tidak memiliki angka investasinya, termasuk peluang penambahan investasi biodiesel dengan mandatori B20. “Kami belum bisa sebut berapa investasi untuk penambahan kapasitas atau pembangunan pabrik biodiesel baru tersebut. Yang pasti produsen siap untuk berinvestasi.

    Sekali lagi jaminan harga menjadi penting, saat ini harga patokan biodiesel belum menarik,” kata dia. Menurut Togar Sitanggang, saat ini harga patokan biodiesel masih mengacu MOPS (Mean of Platts Singapore) dan HPE (Harga Patokan Ekspor) selama satu tahun yang sudah berlaku sejak 2007.

    Harga patokan itu tidak sesuai karena MOPS berbasis minyak fosil, sedangkan biodiesel berbasis minyak nabati, artinya dua komoditas yang dihitung berbeda.

    Selama Februari-April 2014, perbedaan MOPS dan HPE mencapai 50-60% per ton. Dia mengungkapkan, saat ini memang tengah dikaji harga patokan biodiesel yang baru dengan tidak lagi menggunakan MOPS, namun masih deadlock dengan PT Pertamina.

    Apolin sendiri mengusulkan agar harga patokan biodiesel menggunakan MOPS biodiesel dan bisa diluncurkan akhir tahun ini. Usulan ini telah dibahas oleh Dewan Energi Nasional (DEN). “Selama harga belum ekonomis, ekspor masih menjadi pilihan. Formula harga biodiesel yang menguntungkan adalah harga minyak sawit ditambah US$ 150 dikali kl. Sedangkan harga biodiesel berdasarkan HPE dan MOPS rata-rata US$ 887 per kl dan US$ 890 per kl,” kata dia.

    Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tungkot Sipayung pernah memperkirakan, pengembangan industri biodiesel di Tanah membutuhkan investasi Rp 6 triliun guna meningkatkan kapasitasnya dari saat ini. Sumber:SP

    Monday, July 7, 2014

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meresmikan pemasangan tiang pancang (ground breaking) pembangunan pabrik PT Unilever Oleochemical Indonesia. Pembangunan pabrik sister company dari PT Unilever Tbk (UNVR) itu dilakukan sekaligus meresmikan proyek infrastruktur lainnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Kalau kita lihat peran dari Pak Hatta Rajasa dalam meresmikan tiang pancang di KEK Sei Mangkei mustahil sekali kalau Pak Hatta tidak bisa membedakan apa itu kalpataru dan Adipura

    Hatta tidak bisa membedakan kalpataru dan adipura
    Jusuf Kalla pun mengoreksi pertanyaan Hatta itu sewaktu debat capres terakhir 5 Juli kemarin. Seharusnya, penghargaan untuk kota di bidang lingkungan adalah Adipura. Kalpataru sendiri adalah penghargaan di bidang lingkungan untuk perseorangan atau kelompok, sebut JK.

    Calon wakil presiden Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Joko Widodo menyesalkan ketidakmengertian cawapres Hatta Rajasa dalam membedakan penghargaan di bidang lingkungan. Padahal, Hatta lama duduk di kabinet sebagai menteri.

    Sangat disayangkan Pak Hatta yang lama di pemerintahan tidak bisa membedakan antara Kalpataru dan Adipura. Bukan blunder, tapi enggak ngerti, ujar Pak JK seusai mengikuti debat capres-cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

    Sebelumnya, dalam debat terakhir capres-cawapres, JK meluruskan pertanyaan Hatta mengenai penghargaan Kalpataru. Hatta menganggap Kalpataru sebagai penghargaan untuk kota yang dianggap berhasil dalam bidang lingkungan hidup.

    Mulanya Hatta menanyakan kepada Jokowi mengenai pandangan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu terhadap penghargaan Kalpataru. Saat menyampaikan pertanyaannya, Hatta mengatakan bahwa Kalpataru merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang banyak diinginkan kota-kota. Jokowi menjawab bahwa Kalpataru merupakan penghargaan yang baik yang diberikan kepada perseorangan atau lembaga.

    Berikut 4 kategori penghargaan kalpataru 
    • Perintis Lingkungan, diberikan kepada warga masyarakat, bukan pegawai negeri dan bukan pula tokoh dari organisasi formal, yang berhasil merintis pengembangan dan melestarikan fungsi lingkungan hidup secara menonjol luar biasa dan merupakan kegiatan baru sama sekali bagi daerah atau kawasan yang bersangkutan.
    • Pengabdi Lingkungan, diberikan kepada petugas lapangan (Penyuluh Lapangan Penghijauan, Petugas Penyuluh Lapangan, Petugas Lapangan Kesehatan, Jagawana, Penjaga Pintu Air, dll) dan atau pegawai negeri (termasuk PNS, TNI, Polri, PPLH, PPNS, guru) yang mengabdikan diri dalam usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup yang jauh melampaui kewajiban dan tugas pokoknya serta berlangsung cukup lama.
    • Penyelamat Lingkungan, diberikan kepada kelompok masyarakat, baik informal (kelompok masyarakat adat, kelompok tani, kelompok masyarakat desa, komunitas adat, rukun warga, paguyuban, karangtaruna, dll) maupun formal (lembaga swadaya masyarakat, badan usaha, lembaga penelitian, lembaga pendidikan, koperasi, asosiasi profesi, organisasi kepemudaan, dan lain-lain) yang berhasil melakukan upaya-upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan kerusakan dan pencemaran (penyelamatan) lingkungan hidup.
    • Pembina Lingkungan, diberikan kepada pejabat, pengusaha, peneliti, atau tokoh masyarakat yang berhasil dan punya prakarsa untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan memberi pengaruh untuk membangkitkan kesadaran lingkungan serta peran masyarakat guna melestarikan fungsi lingkungan hidup, dan atau berhasil menemukan teknologi baru yang ramah lingkungan, seperti pejabat, pendidik, budayawan, seniman, wartawan, peneliti, pengusaha, manager, tokoh lembaga swadaya masyakat, tokoh agama, dan lain-lain.

    Hatta tidak bisa membedakan kalpataru dan adipura

    Posted at  9:44 PM  |  in  Seimangkei  |  Read More»

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meresmikan pemasangan tiang pancang (ground breaking) pembangunan pabrik PT Unilever Oleochemical Indonesia. Pembangunan pabrik sister company dari PT Unilever Tbk (UNVR) itu dilakukan sekaligus meresmikan proyek infrastruktur lainnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Kalau kita lihat peran dari Pak Hatta Rajasa dalam meresmikan tiang pancang di KEK Sei Mangkei mustahil sekali kalau Pak Hatta tidak bisa membedakan apa itu kalpataru dan Adipura

    Hatta tidak bisa membedakan kalpataru dan adipura
    Jusuf Kalla pun mengoreksi pertanyaan Hatta itu sewaktu debat capres terakhir 5 Juli kemarin. Seharusnya, penghargaan untuk kota di bidang lingkungan adalah Adipura. Kalpataru sendiri adalah penghargaan di bidang lingkungan untuk perseorangan atau kelompok, sebut JK.

    Calon wakil presiden Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Joko Widodo menyesalkan ketidakmengertian cawapres Hatta Rajasa dalam membedakan penghargaan di bidang lingkungan. Padahal, Hatta lama duduk di kabinet sebagai menteri.

    Sangat disayangkan Pak Hatta yang lama di pemerintahan tidak bisa membedakan antara Kalpataru dan Adipura. Bukan blunder, tapi enggak ngerti, ujar Pak JK seusai mengikuti debat capres-cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

    Sebelumnya, dalam debat terakhir capres-cawapres, JK meluruskan pertanyaan Hatta mengenai penghargaan Kalpataru. Hatta menganggap Kalpataru sebagai penghargaan untuk kota yang dianggap berhasil dalam bidang lingkungan hidup.

    Mulanya Hatta menanyakan kepada Jokowi mengenai pandangan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu terhadap penghargaan Kalpataru. Saat menyampaikan pertanyaannya, Hatta mengatakan bahwa Kalpataru merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang banyak diinginkan kota-kota. Jokowi menjawab bahwa Kalpataru merupakan penghargaan yang baik yang diberikan kepada perseorangan atau lembaga.

    Berikut 4 kategori penghargaan kalpataru 
    • Perintis Lingkungan, diberikan kepada warga masyarakat, bukan pegawai negeri dan bukan pula tokoh dari organisasi formal, yang berhasil merintis pengembangan dan melestarikan fungsi lingkungan hidup secara menonjol luar biasa dan merupakan kegiatan baru sama sekali bagi daerah atau kawasan yang bersangkutan.
    • Pengabdi Lingkungan, diberikan kepada petugas lapangan (Penyuluh Lapangan Penghijauan, Petugas Penyuluh Lapangan, Petugas Lapangan Kesehatan, Jagawana, Penjaga Pintu Air, dll) dan atau pegawai negeri (termasuk PNS, TNI, Polri, PPLH, PPNS, guru) yang mengabdikan diri dalam usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup yang jauh melampaui kewajiban dan tugas pokoknya serta berlangsung cukup lama.
    • Penyelamat Lingkungan, diberikan kepada kelompok masyarakat, baik informal (kelompok masyarakat adat, kelompok tani, kelompok masyarakat desa, komunitas adat, rukun warga, paguyuban, karangtaruna, dll) maupun formal (lembaga swadaya masyarakat, badan usaha, lembaga penelitian, lembaga pendidikan, koperasi, asosiasi profesi, organisasi kepemudaan, dan lain-lain) yang berhasil melakukan upaya-upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan kerusakan dan pencemaran (penyelamatan) lingkungan hidup.
    • Pembina Lingkungan, diberikan kepada pejabat, pengusaha, peneliti, atau tokoh masyarakat yang berhasil dan punya prakarsa untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan memberi pengaruh untuk membangkitkan kesadaran lingkungan serta peran masyarakat guna melestarikan fungsi lingkungan hidup, dan atau berhasil menemukan teknologi baru yang ramah lingkungan, seperti pejabat, pendidik, budayawan, seniman, wartawan, peneliti, pengusaha, manager, tokoh lembaga swadaya masyakat, tokoh agama, dan lain-lain.

    Wednesday, July 2, 2014

    Sekitar tahun 90 an daerah Sei Mangkei dulu nya masih sepi. Kalau dari daerah Simpang Mayang menuju desa Boluk banyak orang yang tidak berani melintasi daerah ini apabila sudah diatas jam 9 malam. Tak jarang berita miring tentang perampokan terjadi disini. Sei Mangkei terkenal dulunya banyak rampok. Mulai dari kasus ranmor sampai aksi penodongan sering terjadi disini. Dari Simpang Mayang sampai Boluk dulunya hanya ada satu kampung saja yang dilewati yakni desa Sei Mangkei. Kalau untuk sebutan daerah sana dikenal dengan istilah kampung sungai mangke.

    Tetapi dengan dibuat nya program pemerintah tentang MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) desa Sei Mangkei jauh berubah saat ini. Apalagi setelah dibangunnya ground breaking KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Sei Mangkei. Kita tau sendiri bahwa pada acara Ground breaking kemarin peresmian nya dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang sekarang menjadi cawapres dari nomor urut 1. 

    KEK Sei Mangkei akan berkembang pesat
    Di daerah KEK Sei Mangkei ini nantinya akan berkembang pesat setelah industri-industri  berkelas dunia menanamkan modalnya disini. Bahkan, dengan keunggulan geografis yang dimiliki KEK Sei Mangkei akan menjadi simpul ekonomi dunia

    Lokasi KEK Sei Mangkei
    Lokasi KEK Sei Mangkei

    Keberadaaan KEK Sei Mangkei merupakan komponen strategis dari program MP3EI. KEK Sei Mangkei dirancang untuk mengakomodir lebih dari 200 unit industri berkelas dunia yang besar artinya bagi perwujudan daya saing bangsa Indonesia ke masa depan. Bahkan saat ini KEK Sei Mangkei adalah satu-satunya KEK yang memiliki akses ke Selat Malaka yang juga akan terintegrasi dengan kawasan Kuala Tanjung dan terkoneksi langsung dengan Global Hub Kuala Tanjung. 

    Kehadiran KEK Sei Mangkei, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Untuk diketahui, terdapat tiga proyek infrastruktur yang di ground breaking di KEK Sei Mangkei. Pertama adalah pembangunan dry port dengan kapasitas 30.312 sampai 75 ribu teus per tahun. Untuk proyek ini disiapkan investasi sebesar Rp78 miliar. Proyek kedua adalah pembangunan tank farm kapasitas dua kali lima ribu ton untuk  CPO dan dua kali tiga ribu ton untuk CPKO (tahap 1). Investasi sebesar Rp100 miliar disiapkan untuk proyek ini. Proyek ketiga, yang menelan dana sebesar Rp35 miliar adalah pembangunan instalasi pengolahan air bersih kapasitas 250 meter kubik per jam. Pembangunan infrastruktur tersebut didanai oleh PTPN III selaku pembangun dan pengelola KEK Sei Mangkei. Proyek ini diharapkan dapat selesai dan akan dioperasikan pada akhir 2014.

    Kehadiran KEK Sei Mangkei mendorong pertumbuhan ekonomi SUMUT
    Untuk mendukung investasi tersebut, Pemerintah mendukung dengan berinvestasi pada pengembangan infrastruktur wilayah sebesar Rp 2,7 trilliun. Kehadiran KEK Sei Mangkei dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang kaya akan potensi sumber daya alam.

    Dengan dibukanya kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei maka yang dulunya daerah ini takut untuk dilalui sekarang menjadi primadona investor untuk berinvestasi disini. Posisi geo ekonomi Sumatera Utara sangat strategis terhadap Selat Malaka yang merupakan jalur lalu lintas perdagangan tersibuk di dunia. Setiap tahun, tidak kurang dari 120 ribu lalu lintas kapal melalui Selat Malaka. Kapal-kapal tersebut mengangkut berbagai barang melayani perdagangan ke Asia Timur (China, Jepang, Korea), ke Asia Selatan (India, Pakistan), ke Timur Tengah-Afrika dan ke Eropa. Mencermati adanya akses konektifitas dunia ini bisa dimanfaatkan sebagai bagian konektifitas logistik nasional dan untuk mengurangi ketergantungan pelayanan jasa logistik kita oleh negara tetangga.

    Guna mendukung arus barang di KEK Sei Mangkei, selain menyiapkan jalan darat, pemerintah juga telah menyiapkan transportasi berbasis rel ke Kuala Tanjung dan Bandara Kualanamu. Untuk jaringan kereta api ini, disiapkan investasi sebesar Rp 5 triliun. Diharapkan ini semua selesai 2014 dan bisa beroperasi pada 2015. Semoga saja.

    KEK Sei Mangkei dulunya banyak rampok

    Posted at  7:34 PM  |  in  Pabrik Kelapa Sawit  |  Read More»

    Sekitar tahun 90 an daerah Sei Mangkei dulu nya masih sepi. Kalau dari daerah Simpang Mayang menuju desa Boluk banyak orang yang tidak berani melintasi daerah ini apabila sudah diatas jam 9 malam. Tak jarang berita miring tentang perampokan terjadi disini. Sei Mangkei terkenal dulunya banyak rampok. Mulai dari kasus ranmor sampai aksi penodongan sering terjadi disini. Dari Simpang Mayang sampai Boluk dulunya hanya ada satu kampung saja yang dilewati yakni desa Sei Mangkei. Kalau untuk sebutan daerah sana dikenal dengan istilah kampung sungai mangke.

    Tetapi dengan dibuat nya program pemerintah tentang MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) desa Sei Mangkei jauh berubah saat ini. Apalagi setelah dibangunnya ground breaking KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Sei Mangkei. Kita tau sendiri bahwa pada acara Ground breaking kemarin peresmian nya dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang sekarang menjadi cawapres dari nomor urut 1. 

    KEK Sei Mangkei akan berkembang pesat
    Di daerah KEK Sei Mangkei ini nantinya akan berkembang pesat setelah industri-industri  berkelas dunia menanamkan modalnya disini. Bahkan, dengan keunggulan geografis yang dimiliki KEK Sei Mangkei akan menjadi simpul ekonomi dunia

    Lokasi KEK Sei Mangkei
    Lokasi KEK Sei Mangkei

    Keberadaaan KEK Sei Mangkei merupakan komponen strategis dari program MP3EI. KEK Sei Mangkei dirancang untuk mengakomodir lebih dari 200 unit industri berkelas dunia yang besar artinya bagi perwujudan daya saing bangsa Indonesia ke masa depan. Bahkan saat ini KEK Sei Mangkei adalah satu-satunya KEK yang memiliki akses ke Selat Malaka yang juga akan terintegrasi dengan kawasan Kuala Tanjung dan terkoneksi langsung dengan Global Hub Kuala Tanjung. 

    Kehadiran KEK Sei Mangkei, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Untuk diketahui, terdapat tiga proyek infrastruktur yang di ground breaking di KEK Sei Mangkei. Pertama adalah pembangunan dry port dengan kapasitas 30.312 sampai 75 ribu teus per tahun. Untuk proyek ini disiapkan investasi sebesar Rp78 miliar. Proyek kedua adalah pembangunan tank farm kapasitas dua kali lima ribu ton untuk  CPO dan dua kali tiga ribu ton untuk CPKO (tahap 1). Investasi sebesar Rp100 miliar disiapkan untuk proyek ini. Proyek ketiga, yang menelan dana sebesar Rp35 miliar adalah pembangunan instalasi pengolahan air bersih kapasitas 250 meter kubik per jam. Pembangunan infrastruktur tersebut didanai oleh PTPN III selaku pembangun dan pengelola KEK Sei Mangkei. Proyek ini diharapkan dapat selesai dan akan dioperasikan pada akhir 2014.

    Kehadiran KEK Sei Mangkei mendorong pertumbuhan ekonomi SUMUT
    Untuk mendukung investasi tersebut, Pemerintah mendukung dengan berinvestasi pada pengembangan infrastruktur wilayah sebesar Rp 2,7 trilliun. Kehadiran KEK Sei Mangkei dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang kaya akan potensi sumber daya alam.

    Dengan dibukanya kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei maka yang dulunya daerah ini takut untuk dilalui sekarang menjadi primadona investor untuk berinvestasi disini. Posisi geo ekonomi Sumatera Utara sangat strategis terhadap Selat Malaka yang merupakan jalur lalu lintas perdagangan tersibuk di dunia. Setiap tahun, tidak kurang dari 120 ribu lalu lintas kapal melalui Selat Malaka. Kapal-kapal tersebut mengangkut berbagai barang melayani perdagangan ke Asia Timur (China, Jepang, Korea), ke Asia Selatan (India, Pakistan), ke Timur Tengah-Afrika dan ke Eropa. Mencermati adanya akses konektifitas dunia ini bisa dimanfaatkan sebagai bagian konektifitas logistik nasional dan untuk mengurangi ketergantungan pelayanan jasa logistik kita oleh negara tetangga.

    Guna mendukung arus barang di KEK Sei Mangkei, selain menyiapkan jalan darat, pemerintah juga telah menyiapkan transportasi berbasis rel ke Kuala Tanjung dan Bandara Kualanamu. Untuk jaringan kereta api ini, disiapkan investasi sebesar Rp 5 triliun. Diharapkan ini semua selesai 2014 dan bisa beroperasi pada 2015. Semoga saja.

    Friday, June 27, 2014

    Pemerintah Kabupaten Simalungun telah menetapkan Administrator KEK Sei Mangkei melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Simalungun Nomor 188.45/1507/KPTS/2014 tentang Penetapan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Simalungun sebagai Administrator Kawasan Ekonomi Khusus di Sei Mangkei Kabupaten Simalungun tanggal 10 Maret 2014. 

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Simalungun menyatakan bahwa langkah selanjutnya setelah terbitnya SK penetapan ini adalah pengangkatan staf yang akan menjadi petugas Administrator. “Segala kelengkapan akan segera disiapkan agar administrator KEK Sei Mangkei siap beroperasi pada Mei 2014, katanya”. Dia berharap agar segera disiapkan ruangan administrator oleh PTPN III selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Sei Mangkei, serta segera dilimpahkan kewenangan dari Kementerian/Lembaga, terutama dari BKPM dan Kementerian Perdagangan. “Pemerintah Kabupaten Simalungun juga sedang menyiapkan pelimpahan kewenangan ke Administrator KEK Sei Mangkei dan ditargetkan Peraturan Bupati akan diterbitkan pada pertengahan April 2014, ujarnya”.

    KEK Sei Mangkei tidak memberi ruang untuk usaha kecil dan menengah
    Administrator KEK Sei Mangkei  Sumber:kek.ekon.go.id

    Pertemuan yang juga dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Kebijakan Perdagangan Luar Negeri dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, Sekretaris Dewan Nasional KEK, serta perwakilan dari BKPM, Sekretariat Dewan Kawasan, dan beberapa SKPD di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyepakati beberapa hal, di antaranya bahwa kantor Administrator akan berlokasi di KEK Sei Mangkei, serta Kementerian dan BKPM akan mempercepat penerbitan Peraturan Menteri/Peraturan Kepala tentang Pelimpahan Kewenangan ke Administrator agar Administrator dapat beroperasi pada Mei 2014.

    Luas Wilayah Kabupaten Simalungun adalah 438.660 Ha (4,486,60 Km2) merupakan 6,12 % dari luas wilayah Propinsi Sumatera Utara. DAU Rp. 977.808.611.000.(2013). Dana Alokasi Umum (DAU) adalah sejumlah dana yang dialokasikan kepada setiap Daerah Otonom (provinsi/kabupaten/kota) di Indonesia setiap tahunnya sebagai dana pembangunan. DAU merupakan salah satu komponen belanja pada APBN, dan menjadi salah satu komponen pendapatan pada APBD. Tujuan DAU adalah sebagai pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan Daerah Otonom dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

    Dalam jangka pendek, diperkirakan, pendapatan Sei Mengkei akan mencapai Rp 2,1 triliun. Perkiraan ini dinilai realistis karena kawasan khusus ini mendapatkan sejumlah insentif dan mampu menarik 1.200 pelaku industri. Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei bakal membutuhkan tenaga kerja hingga 84.000 orang pada tahun 2025 atau 6.500 orang per tahun.

    Namun, kawasan ekonomi khusus (KEK) pertama di Indonesia itu didesain tidak memberi ruang untuk usaha kecil dan menengah. KEK didesain untuk industri besar dengan teknologi tinggi. Usaha kecil dan menengah akan menjadi pendukung KEK Sei Mangkei.

    Hingga tahun 2012, investasi yang  masuk ke Sumut telah mencapai Rp 12,7 triliun guna pembangunan KEK Sei Mangkei, Bandara Kuala Namu, dan Pelabuhan Kuala Tanjung. Hingga 2016 akan menjadi Rp 23,3 triliun dan 2016 menjadi Rp 34,3 triliun.

    Sangat rugi kalau investasi besar itu tidak mengurangi kemiskinan di Simalungun. Beberapa hal yang menjadi pertanyaannya adalah kesiapan sumber daya manusia, kemudahan pelayanan usaha, pembangunan fisik. Jangan sampai orang lain yang menerima manfaat dari pembangunan ini.  

    KEK Sei Mangkei tidak memberi ruang untuk usaha kecil dan menengah

    Posted at  1:22 PM  |  in  Kelapa Sawit  |  Read More»

    Pemerintah Kabupaten Simalungun telah menetapkan Administrator KEK Sei Mangkei melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Simalungun Nomor 188.45/1507/KPTS/2014 tentang Penetapan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Simalungun sebagai Administrator Kawasan Ekonomi Khusus di Sei Mangkei Kabupaten Simalungun tanggal 10 Maret 2014. 

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Simalungun menyatakan bahwa langkah selanjutnya setelah terbitnya SK penetapan ini adalah pengangkatan staf yang akan menjadi petugas Administrator. “Segala kelengkapan akan segera disiapkan agar administrator KEK Sei Mangkei siap beroperasi pada Mei 2014, katanya”. Dia berharap agar segera disiapkan ruangan administrator oleh PTPN III selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Sei Mangkei, serta segera dilimpahkan kewenangan dari Kementerian/Lembaga, terutama dari BKPM dan Kementerian Perdagangan. “Pemerintah Kabupaten Simalungun juga sedang menyiapkan pelimpahan kewenangan ke Administrator KEK Sei Mangkei dan ditargetkan Peraturan Bupati akan diterbitkan pada pertengahan April 2014, ujarnya”.

    KEK Sei Mangkei tidak memberi ruang untuk usaha kecil dan menengah
    Administrator KEK Sei Mangkei  Sumber:kek.ekon.go.id

    Pertemuan yang juga dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Kebijakan Perdagangan Luar Negeri dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, Sekretaris Dewan Nasional KEK, serta perwakilan dari BKPM, Sekretariat Dewan Kawasan, dan beberapa SKPD di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyepakati beberapa hal, di antaranya bahwa kantor Administrator akan berlokasi di KEK Sei Mangkei, serta Kementerian dan BKPM akan mempercepat penerbitan Peraturan Menteri/Peraturan Kepala tentang Pelimpahan Kewenangan ke Administrator agar Administrator dapat beroperasi pada Mei 2014.

    Luas Wilayah Kabupaten Simalungun adalah 438.660 Ha (4,486,60 Km2) merupakan 6,12 % dari luas wilayah Propinsi Sumatera Utara. DAU Rp. 977.808.611.000.(2013). Dana Alokasi Umum (DAU) adalah sejumlah dana yang dialokasikan kepada setiap Daerah Otonom (provinsi/kabupaten/kota) di Indonesia setiap tahunnya sebagai dana pembangunan. DAU merupakan salah satu komponen belanja pada APBN, dan menjadi salah satu komponen pendapatan pada APBD. Tujuan DAU adalah sebagai pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan Daerah Otonom dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

    Dalam jangka pendek, diperkirakan, pendapatan Sei Mengkei akan mencapai Rp 2,1 triliun. Perkiraan ini dinilai realistis karena kawasan khusus ini mendapatkan sejumlah insentif dan mampu menarik 1.200 pelaku industri. Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei bakal membutuhkan tenaga kerja hingga 84.000 orang pada tahun 2025 atau 6.500 orang per tahun.

    Namun, kawasan ekonomi khusus (KEK) pertama di Indonesia itu didesain tidak memberi ruang untuk usaha kecil dan menengah. KEK didesain untuk industri besar dengan teknologi tinggi. Usaha kecil dan menengah akan menjadi pendukung KEK Sei Mangkei.

    Hingga tahun 2012, investasi yang  masuk ke Sumut telah mencapai Rp 12,7 triliun guna pembangunan KEK Sei Mangkei, Bandara Kuala Namu, dan Pelabuhan Kuala Tanjung. Hingga 2016 akan menjadi Rp 23,3 triliun dan 2016 menjadi Rp 34,3 triliun.

    Sangat rugi kalau investasi besar itu tidak mengurangi kemiskinan di Simalungun. Beberapa hal yang menjadi pertanyaannya adalah kesiapan sumber daya manusia, kemudahan pelayanan usaha, pembangunan fisik. Jangan sampai orang lain yang menerima manfaat dari pembangunan ini.  

    Thursday, June 26, 2014

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Perdagangan M Lutfi telah meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun. Meski saat ini baru PT Unilever yang siap beroperasi, namun pemerintah menargetkan dalam 10 tahun ke depan kawasan ini sudah terisi penuh oleh kegiatan industri para investor.

    Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen yang bermarkas di Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini didirikan tahun 1930. Dan telah mempekerjakan 206.000 pekerja. Memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan konsumen pribadi. Beberapa merek terkenal milik Unilever adalah: Rinso, Sunsilk, Dove, dan Clear.

    Produk, Surf, Rinso, Buavita, Sunsilk, Taro, Pepsodent, Molto, Lifebuoy, Clear, Close Up, Citra, Axe, Royco, Kecap Bango, Sari Wangi, Blue Band, Wall's, Sunlight, Pond's, Lux, Rexona, Pure It, CIF, Vaseline, Dove, Domestos Nomos, Viso, Wipol, Vixal, Lipton, She, Molto, SASEBU. 

    Di Indonesia, Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh, produk-produk kosmetik, dan produk rumah tangga.

    Unilever Indonesia didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever. Pada 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Lever Brothers Indonesia dan pada 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1981.dan mempunyai lebih dari 1000 supplier.

    Unilever memiliki beberapa perusahaan lain di Indonesia
    PT Anugrah Lever - didirikan pada tahun 2000 dan bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merek-merek lain.
    PT Technopia Lever - didirikan pada tahun 2002 dan bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos
    PT Knorr Indonesia - diakuisisi pada 21 Januari 2004

    Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Perdagangan M Lutfi turut juga Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho bersama dan Deputi VI Menko Perekonomian Luky Eko Wuryanto menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun. Mereka mendarat di lapangan bola Sei Mangkei. Lalu mengunjungi lokasi PT Unilever Oleochemical Indonesia.
    KEK Sei Mangkei sangat bermanfaat bagi SUMUT
    Gubernur SUMUT dan Pengusaha India
    Usai meninjau kesiapan lahan serta kondisi infrastruktur KEK Sei Mangkei, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menggelar rapat terbatas dengan para pemangku kepentingan di KEK Sei Mangkei ini.

    Chairul Tanjung atau CT kepada wartawan menjelaskan, kunjungan mereka untuk memastikan kesiapan kawasan ini sebagai lokomotif perekonomian Indonesia bagian barat. Para meneteri juga ingin memastikan progress KEK Sei Mangkei berjalan sesuai rencana dan bisa membawa kesejahteraan buat Sumatera Utara.

    CT mengungkapkan, saat ini memang baru PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) yang siap beroperasi namun dalam 10 tahun ke depan pemerintah menargetkan KEK ini sudah full terisi berbagai aktifitas industri serta perekonomian dari berbagai investasi.

    KEK Sei Mangkei memiliki total luas lahan mencapai 2.002 hektar, dengan komposisi 1.600 hektar akan diperuntukkan untuk kawasan industri sawit, oleochemical, karet, fatty acid, dan lainnya. Dengan asumsi 1 perusahaan menggunakan lahan seluas 10 hektar. Berarti, akan ada 160 perusahaan yang bisa diakomodasi di KEK Sei Mangkei. "Kita berharap, kalau 1 pabrik butuh 10 hektar, maka bakal ada tidak kurang 160 pabrik di kawasan ini nanti. Bisa kita bayangkan berapa ratus ribu tenaga kerja yang diserap," ujar CT.


    Lalu, kapan semua hal itu bisa terealisasi? CT menggambarkan dibutuhkan waktu 10 tahun untuk membuat KEK Sei Mangkei tumbuh dan berkembang. Dan yang pasti, adanya KEK Sei Mangkei menjadi lonjakan perekonomian bagi Provinsi Sumatera Utara.

    Lebih lanjut CT menjelaskan, jika sesuai rencana maka mulai Maret 2015 sudah ada kereta api yang siap melayani aktifitas bisnis di KEK Sei Mangkei. Kereta api ini akan melayani rute KEK Sei Mangkei - Belawan dan KEK Sei Mangkei - Pelabuhan Kuala Tanjung.

    Dengan demikian, CT optimis kawasan ini akan semakin menarik bagi investor. "Insya Allah kalau tidak ada halangan bulan Maret tahun depan bakal sudah ada kereta yang bergerak dari Kawasan Sei Mangkei ke Pelabuhan Belawan dan mungkin juga bisa sampai ke Kuala Tanjung. Jadi dengan demikian kita harapkan kawasan industri ini betul-betul menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumut dan dapat memberikan kesejahteraan masyarakat sekitar," harap CT.

    KEK Sei Mangkei sangat bermanfaat bagi SUMUT

    Posted at  2:18 AM  |  in  Unilever  |  Read More»

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Perdagangan M Lutfi telah meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun. Meski saat ini baru PT Unilever yang siap beroperasi, namun pemerintah menargetkan dalam 10 tahun ke depan kawasan ini sudah terisi penuh oleh kegiatan industri para investor.

    Unilever adalah perusahaan multinasional yang memproduksi barang konsumen yang bermarkas di Rotterdam, Belanda. Perusahaan ini didirikan tahun 1930. Dan telah mempekerjakan 206.000 pekerja. Memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan konsumen pribadi. Beberapa merek terkenal milik Unilever adalah: Rinso, Sunsilk, Dove, dan Clear.

    Produk, Surf, Rinso, Buavita, Sunsilk, Taro, Pepsodent, Molto, Lifebuoy, Clear, Close Up, Citra, Axe, Royco, Kecap Bango, Sari Wangi, Blue Band, Wall's, Sunlight, Pond's, Lux, Rexona, Pure It, CIF, Vaseline, Dove, Domestos Nomos, Viso, Wipol, Vixal, Lipton, She, Molto, SASEBU. 

    Di Indonesia, Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh, produk-produk kosmetik, dan produk rumah tangga.

    Unilever Indonesia didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever. Pada 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Lever Brothers Indonesia dan pada 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Unilever Indonesia mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1981.dan mempunyai lebih dari 1000 supplier.

    Unilever memiliki beberapa perusahaan lain di Indonesia
    PT Anugrah Lever - didirikan pada tahun 2000 dan bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merek-merek lain.
    PT Technopia Lever - didirikan pada tahun 2002 dan bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos
    PT Knorr Indonesia - diakuisisi pada 21 Januari 2004

    Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Perdagangan M Lutfi turut juga Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho bersama dan Deputi VI Menko Perekonomian Luky Eko Wuryanto menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun. Mereka mendarat di lapangan bola Sei Mangkei. Lalu mengunjungi lokasi PT Unilever Oleochemical Indonesia.
    KEK Sei Mangkei sangat bermanfaat bagi SUMUT
    Gubernur SUMUT dan Pengusaha India
    Usai meninjau kesiapan lahan serta kondisi infrastruktur KEK Sei Mangkei, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menggelar rapat terbatas dengan para pemangku kepentingan di KEK Sei Mangkei ini.

    Chairul Tanjung atau CT kepada wartawan menjelaskan, kunjungan mereka untuk memastikan kesiapan kawasan ini sebagai lokomotif perekonomian Indonesia bagian barat. Para meneteri juga ingin memastikan progress KEK Sei Mangkei berjalan sesuai rencana dan bisa membawa kesejahteraan buat Sumatera Utara.

    CT mengungkapkan, saat ini memang baru PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) yang siap beroperasi namun dalam 10 tahun ke depan pemerintah menargetkan KEK ini sudah full terisi berbagai aktifitas industri serta perekonomian dari berbagai investasi.

    KEK Sei Mangkei memiliki total luas lahan mencapai 2.002 hektar, dengan komposisi 1.600 hektar akan diperuntukkan untuk kawasan industri sawit, oleochemical, karet, fatty acid, dan lainnya. Dengan asumsi 1 perusahaan menggunakan lahan seluas 10 hektar. Berarti, akan ada 160 perusahaan yang bisa diakomodasi di KEK Sei Mangkei. "Kita berharap, kalau 1 pabrik butuh 10 hektar, maka bakal ada tidak kurang 160 pabrik di kawasan ini nanti. Bisa kita bayangkan berapa ratus ribu tenaga kerja yang diserap," ujar CT.


    Lalu, kapan semua hal itu bisa terealisasi? CT menggambarkan dibutuhkan waktu 10 tahun untuk membuat KEK Sei Mangkei tumbuh dan berkembang. Dan yang pasti, adanya KEK Sei Mangkei menjadi lonjakan perekonomian bagi Provinsi Sumatera Utara.

    Lebih lanjut CT menjelaskan, jika sesuai rencana maka mulai Maret 2015 sudah ada kereta api yang siap melayani aktifitas bisnis di KEK Sei Mangkei. Kereta api ini akan melayani rute KEK Sei Mangkei - Belawan dan KEK Sei Mangkei - Pelabuhan Kuala Tanjung.

    Dengan demikian, CT optimis kawasan ini akan semakin menarik bagi investor. "Insya Allah kalau tidak ada halangan bulan Maret tahun depan bakal sudah ada kereta yang bergerak dari Kawasan Sei Mangkei ke Pelabuhan Belawan dan mungkin juga bisa sampai ke Kuala Tanjung. Jadi dengan demikian kita harapkan kawasan industri ini betul-betul menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumut dan dapat memberikan kesejahteraan masyarakat sekitar," harap CT.

    Tuesday, June 24, 2014

    Sei Mangkei merupakan salah satu nagori yang ada di Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Pemerintah saat ini sedang mengebut perkembangan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sejak dilakukan groundbreaking pada 3 Juli 2013 lalu, telah ada aktivitas industri di kawasan seluas 2002 hektar ini.

    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung akhir pekan lalu meninjau sekaligus melakukan rapat koordinasi mengenai perkembangan KEK Sei Mangkei. Hadir bersama pria yang akrab disapa CT ini, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, dan para pemangku kepentingan lainnya.

    Ada beberapa fakta dari perkembangan KEK Sei Mangkei, dikutip dari berbagai sumber dan penelusuran detikFinance di lokasi KEK Seimangkei Kecamatan Bosar Maligas ini, meliputi apa saja itu yakni:

    KEK Sei Mangkei berada di lahan milik PTPN III seluas 16.000 hektar. Untuk luas KEK sendiri adalah seluas 2.002 hektar. Sebesar 1.400 hektar akan diperuntukkan bagi industri, sesisanya akan digunakan untuk pembangunan hunian. Badan Pertanahan Nasional telah selesai mengurus perizinan dan perubahan status lahan dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Pengelolaan Lahan untuk PTPN III.
    "Telah selesainya pengurusan HPL di kawasan ini yang dikeluarkan oleh badan pertanahan nasional, dengan ini maka KEK Sei Mangkei ini telah menyelesaikan hampir keseluruhan daripada hal-hal yang diperlukan," kata Chairul Tanjung di lokasi pekan lalu.
    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Selain aktifitas industrinya, di kawasan inipun akan dibangun beberapa infrasturktur pendukung, khususnya yang berkaitan dengan transportasi. Maret 2015 nanti, KEK Sei Mangkei akan tersambung dengan jalur kereta api sepanjang 2,9 km ke rel yang telah ada menuju ke Pelabuhan Belawan, Medan. Nantinya, jalur akan diperpanjang sampai ke Kuala Tanjung.

    Selain itu Kementerian Pekerjaan Umum akan memperbaiki akses jalan menuju kawasan ini, pasalnya ada beberapa titik jalan dari Kota Medan menuju Sei Mangkei. Tak hanya soal transportasi, di bidang energi pun akan ada beberapa infrastruktur kelistrikan seperti power plant akan dibangun.

    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Unilever masih menjadi satu-satunya investor swasta di sini. Lahan seluas 18 hektar digunakan PT Unilever Oleochemical Indonesia membuat pabrik senilai Rp 1,45 triliun.

    Saat ini, pembangunan pabrik ini masih terus berlangsung, ditargetkan di 2015 akan mulai berproduksi. Unilever akan memproduksi fatty acid, surfactant, soap noodle, dan glycerine berbahan baku sabun. 80% produksinya akan disupply untuk kebutuhan Unilever seluruh dunia, sebanyak 15-20% akan digunakan memenuhi pasar dalam negeri.

    Selain Unilever, BUMN PTPN III memiliki pabrik kelapa sawit di KEK Sei Mangkei. Hilir mudik truk-truk besar pengangkut kelapa sawit keluar masuk pabrik ini. Mengindikasikan pabrik ini sudah aktif berproduksi.

    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Selain BUMN PTPN III dan PT Unilever Oleochemical Indonesia, dikatakan ada beberapa perusahaan lagi yang akan masuk berinvestasi di KEK Sei Mangkei.

    Direktur Pemasaran, Pengembangan dan Perencanaan PTPN III, Nur Hidayat mengatakan, beberapa perusahaan tengah melakukan studi kelayakan.

    Dikatakan Nur, perusahaan-perusahaan tersebut di antaranya adalah pabrik pupuk PT Cipta Buana Utama Mandiri, Shimizu Corporation membangun power plant berkapasitas 6 MW menggunakan biomasa, lalu perusahaan Singapura Energy Uni Resources membangun pabrik oleochemical dan karet. "Belum fixed, itu sudah FS," terangnya.

    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung menyebut, pengembangan kawasan seluas 2.002 hektar ini membutuhkan waktu hingga 10 tahun. Itu mencakup pembangunan infrastruktur dan proses masuknya investor hingga mereka mulai melakukan aktivitas industri. Dengan demikian, menurutnya, KEK Sei Mangkei akan menjadi gadis cantik yang komplit.
    "Butuh 10 tahun untuk bisa komplit, itu pun sudah luar bisa tergantung daya tarik yang bisa diberikan olh kawasan industri ini. Kita berharap daya tariknya bisa dibuat sedemikian rupa sehingga para investor nanti bisa berebut masuk ini."
    "Kan kita harus membentuk gadis cantik, kalau dia sudah bisa membuat gadis cantik maka yang akan melamar itu banyak ini yang kita harapkan, oleh karenanya gadis cantiknya itu terkait infrastruktur, terkait dengan transportasi, dll," papar pria yang akrab disapa CT ini. Semoga saja Pak.

    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei

    Posted at  10:03 AM  |  in  Seimangkei  |  Read More»

    Sei Mangkei merupakan salah satu nagori yang ada di Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Pemerintah saat ini sedang mengebut perkembangan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Sejak dilakukan groundbreaking pada 3 Juli 2013 lalu, telah ada aktivitas industri di kawasan seluas 2002 hektar ini.

    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung akhir pekan lalu meninjau sekaligus melakukan rapat koordinasi mengenai perkembangan KEK Sei Mangkei. Hadir bersama pria yang akrab disapa CT ini, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, dan para pemangku kepentingan lainnya.

    Ada beberapa fakta dari perkembangan KEK Sei Mangkei, dikutip dari berbagai sumber dan penelusuran detikFinance di lokasi KEK Seimangkei Kecamatan Bosar Maligas ini, meliputi apa saja itu yakni:

    KEK Sei Mangkei berada di lahan milik PTPN III seluas 16.000 hektar. Untuk luas KEK sendiri adalah seluas 2.002 hektar. Sebesar 1.400 hektar akan diperuntukkan bagi industri, sesisanya akan digunakan untuk pembangunan hunian. Badan Pertanahan Nasional telah selesai mengurus perizinan dan perubahan status lahan dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Pengelolaan Lahan untuk PTPN III.
    "Telah selesainya pengurusan HPL di kawasan ini yang dikeluarkan oleh badan pertanahan nasional, dengan ini maka KEK Sei Mangkei ini telah menyelesaikan hampir keseluruhan daripada hal-hal yang diperlukan," kata Chairul Tanjung di lokasi pekan lalu.
    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Selain aktifitas industrinya, di kawasan inipun akan dibangun beberapa infrasturktur pendukung, khususnya yang berkaitan dengan transportasi. Maret 2015 nanti, KEK Sei Mangkei akan tersambung dengan jalur kereta api sepanjang 2,9 km ke rel yang telah ada menuju ke Pelabuhan Belawan, Medan. Nantinya, jalur akan diperpanjang sampai ke Kuala Tanjung.

    Selain itu Kementerian Pekerjaan Umum akan memperbaiki akses jalan menuju kawasan ini, pasalnya ada beberapa titik jalan dari Kota Medan menuju Sei Mangkei. Tak hanya soal transportasi, di bidang energi pun akan ada beberapa infrastruktur kelistrikan seperti power plant akan dibangun.

    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Unilever masih menjadi satu-satunya investor swasta di sini. Lahan seluas 18 hektar digunakan PT Unilever Oleochemical Indonesia membuat pabrik senilai Rp 1,45 triliun.

    Saat ini, pembangunan pabrik ini masih terus berlangsung, ditargetkan di 2015 akan mulai berproduksi. Unilever akan memproduksi fatty acid, surfactant, soap noodle, dan glycerine berbahan baku sabun. 80% produksinya akan disupply untuk kebutuhan Unilever seluruh dunia, sebanyak 15-20% akan digunakan memenuhi pasar dalam negeri.

    Selain Unilever, BUMN PTPN III memiliki pabrik kelapa sawit di KEK Sei Mangkei. Hilir mudik truk-truk besar pengangkut kelapa sawit keluar masuk pabrik ini. Mengindikasikan pabrik ini sudah aktif berproduksi.

    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Selain BUMN PTPN III dan PT Unilever Oleochemical Indonesia, dikatakan ada beberapa perusahaan lagi yang akan masuk berinvestasi di KEK Sei Mangkei.

    Direktur Pemasaran, Pengembangan dan Perencanaan PTPN III, Nur Hidayat mengatakan, beberapa perusahaan tengah melakukan studi kelayakan.

    Dikatakan Nur, perusahaan-perusahaan tersebut di antaranya adalah pabrik pupuk PT Cipta Buana Utama Mandiri, Shimizu Corporation membangun power plant berkapasitas 6 MW menggunakan biomasa, lalu perusahaan Singapura Energy Uni Resources membangun pabrik oleochemical dan karet. "Belum fixed, itu sudah FS," terangnya.

    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung menyebut, pengembangan kawasan seluas 2.002 hektar ini membutuhkan waktu hingga 10 tahun. Itu mencakup pembangunan infrastruktur dan proses masuknya investor hingga mereka mulai melakukan aktivitas industri. Dengan demikian, menurutnya, KEK Sei Mangkei akan menjadi gadis cantik yang komplit.
    "Butuh 10 tahun untuk bisa komplit, itu pun sudah luar bisa tergantung daya tarik yang bisa diberikan olh kawasan industri ini. Kita berharap daya tariknya bisa dibuat sedemikian rupa sehingga para investor nanti bisa berebut masuk ini."
    "Kan kita harus membentuk gadis cantik, kalau dia sudah bisa membuat gadis cantik maka yang akan melamar itu banyak ini yang kita harapkan, oleh karenanya gadis cantiknya itu terkait infrastruktur, terkait dengan transportasi, dll," papar pria yang akrab disapa CT ini. Semoga saja Pak.

    Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei


    Sunday, June 22, 2014

    Pabrik kelapa sawit Seimangkei mampu memproduksi 70 ton/jam. Kementerian Perindustrian akan berupaya sekuat tenaga (all-out) untuk mewujudkan Master Plan MP3EI, terutama pada sektor klaster industri hilir kelapa sawit di Kawasan Industri Seimangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi Kawasan Ekonomi Khusus pertama di Indonesia.

    Pemanfaatan CPO selama ini digunakan oleh industri dalam negeri sebagai bahan baku industri turunan CPO yang hanya 18 jenis produk yaitu industri pangan (antara lain minyak goreng, margarin, shortening, CBS, Vegetable Ghee) dan industri non pangan yaitu oleokimia (antara lain fatty acids, fatty alcohol, dan glycerin) dan biodiesel.

    Terkait dengan Pembangunan Kawasan/Klaster Industri Hilir Kelapa Sawit, telah dicapai beberapa hal:
    1. Penetapan Proyek Kawasan Industri Sei Mangkei (KISM) sebagai satelit program MP3EI Indonesia bagian barat yang telah dicanangkan Presiden RI dan siap diresmikan pada awal tahun 2012.
    2. Telah diselesaikannya perluasan kapasitas pabrik kelapa sawit Sei Mangkei dari semula 30 Ton/Jam TBS menjadi 75 Ton TBS/jam.
    3. Fasilitasi Pembangunan pabrik Palm Kernel Oil (PKO) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBS) telah memasuki tahap akhir (siap diresmikan Awal 2012).
    4. Telah tersusunnya matriks rencana pembangunan infrastruktur Klaster Sei Mangkei – Sumut, Dumai – Kuala Enok Riau, dan Maloy Kaltim. 
    Pabrik Kelapa Sawit Seimangkei

    Sedangkan terkait peningkatan investasi industri hilir dan jaminan pasokan bahan baku telah dicapai beberapa hal, diantaranya:
    1. Masuknya investasi industri hilir skala besar lebih dari Rp 20 Triliun oleh PT. Ferrostaal Indonesia dan sebuah perusahaan dari Eropa untuk membangun pabrik di Kawasan Industri Sei Mangkei.
    2. Telah berpartisipasi aktif pada kegiatan Sub Working Group of Palm Oil untuk menangkal dampak negative campaign industri palm oil di Indonesia

    Sejumlah industri sedang dan akan dibangun di kawasan Klaster Industri Kelapa Sawit Sei Mangkei, Sumatra Utara yang dibangun untuk meningkatkan nilai tambah kelapa sawit Indonesia. Selain penambahan pabrik kelaps sawit (PKS) milik PTPN 3 dengan kapasitas total 75 ton per jam, juga akan dibangun beberapa industri lainnya. Mulai dari pembangkit listrik 2 x 35 mega watt, juga akan dibangun pabrik minyak inti sawit berkapsitas 400 liter per hari, pabrik biodiesel, betacaroten, fatty acid, fatty alkohol dan oleokimia lainnya. 

    Klaster Hasil Industri kelapa Sawit Sei Mangkei di Simalungun yang dibangun PT.Perkebunan Nusantara III sebagai pionir, dinilai sangat potensial karena memiliki beberapa keunggulan mulai lokasinya yang berada di areal perkebunan yang jauh dari pemukiman, tidak jauh dari Pelabuhan Kuala Tanjung dan termasuk sudah adanya sumber bahan baku yakni pabrik kelapa sawit dan sumber air yang melimpah dari Sungai Bah Bolon.

    Pemerintah pusat dan Sumut sangat mendukung segera terwujudnya kawasan itu secara lengkap karena bukan hanya meningkatkan perekonomian tetapi juga untuk masa depan perkelapasawitan nasional. Dukungan pemerintah, antara lain dengan berupaya mempercepat pengesahan peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) klaster industri khusus Sei Mangkei.

    RTRWP Sei Mangkei dinilai sangat penting untuk landasan hukum bagi investor asing yang ingin atau berminat berinvestasi di kawasan itu. Apabila RTRWP dan prasarana lainnya telah siap, maka Sei Mangkei akan menjadi salah satu pendukung klaster ekonomi Sumatera yang direncanakan pemerintah bersama lima klaster lainnya di daerah lain. Sumber:kemenperin.go.id

    Pabrik Kelapa Sawit Seimangkei

    Posted at  7:50 PM  |  in  Seimangkei  |  Read More»

    Pabrik kelapa sawit Seimangkei mampu memproduksi 70 ton/jam. Kementerian Perindustrian akan berupaya sekuat tenaga (all-out) untuk mewujudkan Master Plan MP3EI, terutama pada sektor klaster industri hilir kelapa sawit di Kawasan Industri Seimangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi Kawasan Ekonomi Khusus pertama di Indonesia.

    Pemanfaatan CPO selama ini digunakan oleh industri dalam negeri sebagai bahan baku industri turunan CPO yang hanya 18 jenis produk yaitu industri pangan (antara lain minyak goreng, margarin, shortening, CBS, Vegetable Ghee) dan industri non pangan yaitu oleokimia (antara lain fatty acids, fatty alcohol, dan glycerin) dan biodiesel.

    Terkait dengan Pembangunan Kawasan/Klaster Industri Hilir Kelapa Sawit, telah dicapai beberapa hal:
    1. Penetapan Proyek Kawasan Industri Sei Mangkei (KISM) sebagai satelit program MP3EI Indonesia bagian barat yang telah dicanangkan Presiden RI dan siap diresmikan pada awal tahun 2012.
    2. Telah diselesaikannya perluasan kapasitas pabrik kelapa sawit Sei Mangkei dari semula 30 Ton/Jam TBS menjadi 75 Ton TBS/jam.
    3. Fasilitasi Pembangunan pabrik Palm Kernel Oil (PKO) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBS) telah memasuki tahap akhir (siap diresmikan Awal 2012).
    4. Telah tersusunnya matriks rencana pembangunan infrastruktur Klaster Sei Mangkei – Sumut, Dumai – Kuala Enok Riau, dan Maloy Kaltim. 
    Pabrik Kelapa Sawit Seimangkei

    Sedangkan terkait peningkatan investasi industri hilir dan jaminan pasokan bahan baku telah dicapai beberapa hal, diantaranya:
    1. Masuknya investasi industri hilir skala besar lebih dari Rp 20 Triliun oleh PT. Ferrostaal Indonesia dan sebuah perusahaan dari Eropa untuk membangun pabrik di Kawasan Industri Sei Mangkei.
    2. Telah berpartisipasi aktif pada kegiatan Sub Working Group of Palm Oil untuk menangkal dampak negative campaign industri palm oil di Indonesia

    Sejumlah industri sedang dan akan dibangun di kawasan Klaster Industri Kelapa Sawit Sei Mangkei, Sumatra Utara yang dibangun untuk meningkatkan nilai tambah kelapa sawit Indonesia. Selain penambahan pabrik kelaps sawit (PKS) milik PTPN 3 dengan kapasitas total 75 ton per jam, juga akan dibangun beberapa industri lainnya. Mulai dari pembangkit listrik 2 x 35 mega watt, juga akan dibangun pabrik minyak inti sawit berkapsitas 400 liter per hari, pabrik biodiesel, betacaroten, fatty acid, fatty alkohol dan oleokimia lainnya. 

    Klaster Hasil Industri kelapa Sawit Sei Mangkei di Simalungun yang dibangun PT.Perkebunan Nusantara III sebagai pionir, dinilai sangat potensial karena memiliki beberapa keunggulan mulai lokasinya yang berada di areal perkebunan yang jauh dari pemukiman, tidak jauh dari Pelabuhan Kuala Tanjung dan termasuk sudah adanya sumber bahan baku yakni pabrik kelapa sawit dan sumber air yang melimpah dari Sungai Bah Bolon.

    Pemerintah pusat dan Sumut sangat mendukung segera terwujudnya kawasan itu secara lengkap karena bukan hanya meningkatkan perekonomian tetapi juga untuk masa depan perkelapasawitan nasional. Dukungan pemerintah, antara lain dengan berupaya mempercepat pengesahan peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah provinsi (RTRWP) klaster industri khusus Sei Mangkei.

    RTRWP Sei Mangkei dinilai sangat penting untuk landasan hukum bagi investor asing yang ingin atau berminat berinvestasi di kawasan itu. Apabila RTRWP dan prasarana lainnya telah siap, maka Sei Mangkei akan menjadi salah satu pendukung klaster ekonomi Sumatera yang direncanakan pemerintah bersama lima klaster lainnya di daerah lain. Sumber:kemenperin.go.id

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 Kelapa Sawit | Sei Mangkei. Blogger Template by Bloggertheme9
    Proudly Powered by Blogger.
    back to top