• Featured

    KEK Seimangkei

  • Featured

    Kawasan Ekonomi Khusus Seimangkei

  • Articles

    Modal menanam Sawit

  • Articles

    Permintaan CPO melonjak tajam

  • Thursday, November 13, 2014

    Data Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) mencatat jumlah unit usaha petani sawit terus meningkat dari 1990 sampai 2013. Saat ini, sekira 45 persen dari total kebun sawit di Indonesia dikuasai oleh petani kelapa sawit. Sumber:okezone.

    Direktur Eksekutif Paspi, Tungkot Sipayung, mengatakan dari total luas kebun sawit di Indonesia, petani menguasai 45 persen ditambah BUMN 10 persen dan swasta 45 persen. Dari jumlah itu, swasta terbagi dua, asing 30 persen dan sisanya lokal.

    Asing juga masuk ke perusahaan-perusahaan sawit lokal melalui kepemilikan di pasar modal.‬ ‪ Ke depan, diproyeksikan penguasaan lahan sawit oleh petani akan meningkat menjadi 51 persen pada 2020 seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan program kemitraan korporasi dengan petani plasma.‬

    "Pemerintahan baru mestinya lebih diarahkan kepada percepatan hilirisasi dan pengawasan kemitraan korporasi dengan petani plasma," ujar Tungkot dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/11/2014).‬ ‪
    Petani kelapa sawit kuasai 45 persen kebun sawit Indonesia
    Petani kelapa sawit kuasai 45 persen kebun sawit Indonesia

    Namun, dia membantah jika penguasaan asing mencapai 95 persen dari total kebun sawit di Indonesia. Menurut dia, petani, BUMN, dan swasta lokal masih cukup solid untuk membendung agresivitas investor asing. "Jadi data yang menyebutkan penguasaan asing hingga 95 persen perlu dipertanyakan," katanya.‬ ‪

    Ke depan, dia menilai pemerintah perlu membuat arah kebijakan yang jelas sehingga dapat mengatur harmonisasi peran investor asing. Paspi menilai arah kebijakan penguatan hilirisasi industri sawit dan percepatan mandatori biodiesel sudah tepat.

    Petani kelapa sawit kuasai 45 persen kebun sawit Indonesia
    Petani kelapa sawit kuasai 45 persen kebun sawit Indonesia

    "Jika investor asing yang masuk ke Indonesia berkomitmen tinggi terhadap pembangunan perekonomian daerah, taat hukum, taat pajak, masak ditolak," ujarnya.‬

    Sekadar informasi, pada 1990 jumlah unit usaha petani sawit baru mencapai 142 unit dengan luas 291.330 hektare. Jumlah tersebut meningkat signifikan di 2013 menjadi 3.703 unit usaha dengan luas kebun sawit sebesar 3,79 juta hektare.

    Kelapa sawit harus menjadi komoditas olahan

    Ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas olahan, salah satunya adalah kelapa sawit. Tahun lalu jumlah produksi kelapa sawit mencapai 26 juta ton dengan besaran ekspor sekira 21,2 juta ton.

    Ketua Kompartemen Urusan Perdagangan Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Togar Sitanggang, ekspor utama kelapa sawit Indonesia adalah ke India, China dan Eropa. Sedangkan pertumbuhan ke Afrika tahun lalu mencapai 13 persen.

    Menurut dia, dengan adanya pelambatan dalam perekonomian Eropa membuat harga komoditas sawit Indonesia menjadi tertekan. Oleh karena itu, para pengusaha kelapa sawit Indonesia harus mencari target negara lain untuk produknya.

    “Afrika dan Timur Tengah pertumbuhannya pesat. Saya optimistis tahun ini bias mengirim 1,5 juta ton,” ujarnya di kantor Gapki, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

    Dia menjelaskan, satu negara yang pertumbuhan ekspornya pesat di kawasan Timur Tengah yakni Pakistan. Hal tersebut didasari adanya perjanjian kerjasama perdagangan oleh kedua negara.

    “Setelah setahun ditandatangani Mou PTA, produsen sawit Indonesia bias menembus pasar Timur Tengah yakni di Pakistan, dengan asumsi bisa mengirim 900 ton ke negara tersebut,” tandasnya.


    Petani kelapa sawit kuasai 45 persen kebun sawit Indonesia

    Posted at  9:48 PM  |  in  Perusahaan Kelapa Sawit  |  Read More»

    Data Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) mencatat jumlah unit usaha petani sawit terus meningkat dari 1990 sampai 2013. Saat ini, sekira 45 persen dari total kebun sawit di Indonesia dikuasai oleh petani kelapa sawit. Sumber:okezone.

    Direktur Eksekutif Paspi, Tungkot Sipayung, mengatakan dari total luas kebun sawit di Indonesia, petani menguasai 45 persen ditambah BUMN 10 persen dan swasta 45 persen. Dari jumlah itu, swasta terbagi dua, asing 30 persen dan sisanya lokal.

    Asing juga masuk ke perusahaan-perusahaan sawit lokal melalui kepemilikan di pasar modal.‬ ‪ Ke depan, diproyeksikan penguasaan lahan sawit oleh petani akan meningkat menjadi 51 persen pada 2020 seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan program kemitraan korporasi dengan petani plasma.‬

    "Pemerintahan baru mestinya lebih diarahkan kepada percepatan hilirisasi dan pengawasan kemitraan korporasi dengan petani plasma," ujar Tungkot dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (13/11/2014).‬ ‪
    Petani kelapa sawit kuasai 45 persen kebun sawit Indonesia
    Petani kelapa sawit kuasai 45 persen kebun sawit Indonesia

    Namun, dia membantah jika penguasaan asing mencapai 95 persen dari total kebun sawit di Indonesia. Menurut dia, petani, BUMN, dan swasta lokal masih cukup solid untuk membendung agresivitas investor asing. "Jadi data yang menyebutkan penguasaan asing hingga 95 persen perlu dipertanyakan," katanya.‬ ‪

    Ke depan, dia menilai pemerintah perlu membuat arah kebijakan yang jelas sehingga dapat mengatur harmonisasi peran investor asing. Paspi menilai arah kebijakan penguatan hilirisasi industri sawit dan percepatan mandatori biodiesel sudah tepat.

    Petani kelapa sawit kuasai 45 persen kebun sawit Indonesia
    Petani kelapa sawit kuasai 45 persen kebun sawit Indonesia

    "Jika investor asing yang masuk ke Indonesia berkomitmen tinggi terhadap pembangunan perekonomian daerah, taat hukum, taat pajak, masak ditolak," ujarnya.‬

    Sekadar informasi, pada 1990 jumlah unit usaha petani sawit baru mencapai 142 unit dengan luas 291.330 hektare. Jumlah tersebut meningkat signifikan di 2013 menjadi 3.703 unit usaha dengan luas kebun sawit sebesar 3,79 juta hektare.

    Kelapa sawit harus menjadi komoditas olahan

    Ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas olahan, salah satunya adalah kelapa sawit. Tahun lalu jumlah produksi kelapa sawit mencapai 26 juta ton dengan besaran ekspor sekira 21,2 juta ton.

    Ketua Kompartemen Urusan Perdagangan Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Togar Sitanggang, ekspor utama kelapa sawit Indonesia adalah ke India, China dan Eropa. Sedangkan pertumbuhan ke Afrika tahun lalu mencapai 13 persen.

    Menurut dia, dengan adanya pelambatan dalam perekonomian Eropa membuat harga komoditas sawit Indonesia menjadi tertekan. Oleh karena itu, para pengusaha kelapa sawit Indonesia harus mencari target negara lain untuk produknya.

    “Afrika dan Timur Tengah pertumbuhannya pesat. Saya optimistis tahun ini bias mengirim 1,5 juta ton,” ujarnya di kantor Gapki, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

    Dia menjelaskan, satu negara yang pertumbuhan ekspornya pesat di kawasan Timur Tengah yakni Pakistan. Hal tersebut didasari adanya perjanjian kerjasama perdagangan oleh kedua negara.

    “Setelah setahun ditandatangani Mou PTA, produsen sawit Indonesia bias menembus pasar Timur Tengah yakni di Pakistan, dengan asumsi bisa mengirim 900 ton ke negara tersebut,” tandasnya.


    Monday, November 10, 2014

    Setelah mengalami tekanan terus-menerus sejak awal tahun ini, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diprediksi akan kembali naik pada akhir tahun ini hingga tahun depan. Wajah murung tampak jelas dari sebagian pengusaha perkebunan sawit di Indonesia.

    "Memang tahun ini harga menurun tetapi pada akhir tahun ini diperkirakan akan menaik. Kami lihat dalam 1 bulan terakhir dari September-Oktober harga mulai merangkak naik," ujar Ketua Bidang Otonomi Daerah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Susanto di Jakarta seperti ditulis Minggu (9/11/2014).

    Dia memperkirakan hingga akhir tahun ini, harga CPO akan berkisar pada RM (Ringgit Malaysia) 2.300 hingga RM 2.350 per ton. Lalu pada kuartal I 2015 kemungkinan besar harga CPO bisa mencapai RM 2.500 per ton.

    Salah satu penyebab kenaikan harga CPO adalah pengaruh dari  kondisi iklim terutama El Nino (meningkatnya suhu dipermukaan) yang sudah terjadi sejak dari bulan Agustus-Oktober dimana masih terasa musim kering sehingga menyebabkan kematangan buah sawit semakin cepat. Mudah-mudah minyak sawit Indonesia semakin naik harga nya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup petani sawit.

    Harga minyak sawit Indonesia diprediksi akan naik kembali

    "Biasanya September ke Januari sudah masuk panen puncak. Tapi saat ini sudah November posisi produksi masih flat dan di Malaysia stoknya juga mengalami penurunan. Ini salah satu hal yang mendorong harga naik," jelasnya.

    Meski demikian, ada faktor lain yang juga harus diperhatikan yaitu perkembangan harga minyak dunia dimana saat ini minyak dunia dalam posisi yang rendah yaitu sekitar US$ 80 per barel. Hal ini tentu akan mempengaruhi hanya minyak nabati seperti CPO. (baca: Ada apa dengan kelapa sawit Indonesia)

    Selain itu, juga soal produksi soybean atau kedelai sebagai bahan baku minyak kedelai. Jika produksi soybean di Amerika Serikat (AS) cukup bagus, maka kemungkinan harga CPO untuk merangkak naik akan sedikit sulit.

    "Tetapi kalau terjadi anomali cuaca di AS dan Amerika Selatan dan produksi soybean tidak seperti yang diharapkan, maka tentunya harga bisa tembus ke harga RM 2.500," kata dia.

    Meski demikian, Susanto tetap optimis untuk jangka panjang potensi kenaikan harga CPO masih ada karena melihat tren positif dari pertumbuhan permintaan tiap tahunnya.

    "Diperkirakan pada 2016-2017 mungkin harga akan bisa stabil diatas RM 2.500 dengan kondisi pertumbuhan penanaman sawit juga sudah mulai stagnan sehingga produksi tidak bisa menanjak secara signifikan," tandasnya. Dikutif dari berbagai sumber.

    Artikel terpopuler.
    1. KEK Seimangkei.
    2. KEK Seimangkei bermanfaat bagi SUMUT.
    3. Standart Mutu Minyak Sawit Indonesia.
    4. Pemeliharaan kelapa sawit.
    5. Manfaat kelapa sawit.

    Harga minyak sawit Indonesia diprediksi akan naik kembali

    Posted at  12:01 PM  |  in  Perusahaan Kelapa Sawit  |  Read More»

    Setelah mengalami tekanan terus-menerus sejak awal tahun ini, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) diprediksi akan kembali naik pada akhir tahun ini hingga tahun depan. Wajah murung tampak jelas dari sebagian pengusaha perkebunan sawit di Indonesia.

    "Memang tahun ini harga menurun tetapi pada akhir tahun ini diperkirakan akan menaik. Kami lihat dalam 1 bulan terakhir dari September-Oktober harga mulai merangkak naik," ujar Ketua Bidang Otonomi Daerah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Susanto di Jakarta seperti ditulis Minggu (9/11/2014).

    Dia memperkirakan hingga akhir tahun ini, harga CPO akan berkisar pada RM (Ringgit Malaysia) 2.300 hingga RM 2.350 per ton. Lalu pada kuartal I 2015 kemungkinan besar harga CPO bisa mencapai RM 2.500 per ton.

    Salah satu penyebab kenaikan harga CPO adalah pengaruh dari  kondisi iklim terutama El Nino (meningkatnya suhu dipermukaan) yang sudah terjadi sejak dari bulan Agustus-Oktober dimana masih terasa musim kering sehingga menyebabkan kematangan buah sawit semakin cepat. Mudah-mudah minyak sawit Indonesia semakin naik harga nya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup petani sawit.

    Harga minyak sawit Indonesia diprediksi akan naik kembali

    "Biasanya September ke Januari sudah masuk panen puncak. Tapi saat ini sudah November posisi produksi masih flat dan di Malaysia stoknya juga mengalami penurunan. Ini salah satu hal yang mendorong harga naik," jelasnya.

    Meski demikian, ada faktor lain yang juga harus diperhatikan yaitu perkembangan harga minyak dunia dimana saat ini minyak dunia dalam posisi yang rendah yaitu sekitar US$ 80 per barel. Hal ini tentu akan mempengaruhi hanya minyak nabati seperti CPO. (baca: Ada apa dengan kelapa sawit Indonesia)

    Selain itu, juga soal produksi soybean atau kedelai sebagai bahan baku minyak kedelai. Jika produksi soybean di Amerika Serikat (AS) cukup bagus, maka kemungkinan harga CPO untuk merangkak naik akan sedikit sulit.

    "Tetapi kalau terjadi anomali cuaca di AS dan Amerika Selatan dan produksi soybean tidak seperti yang diharapkan, maka tentunya harga bisa tembus ke harga RM 2.500," kata dia.

    Meski demikian, Susanto tetap optimis untuk jangka panjang potensi kenaikan harga CPO masih ada karena melihat tren positif dari pertumbuhan permintaan tiap tahunnya.

    "Diperkirakan pada 2016-2017 mungkin harga akan bisa stabil diatas RM 2.500 dengan kondisi pertumbuhan penanaman sawit juga sudah mulai stagnan sehingga produksi tidak bisa menanjak secara signifikan," tandasnya. Dikutif dari berbagai sumber.

    Artikel terpopuler.
    1. KEK Seimangkei.
    2. KEK Seimangkei bermanfaat bagi SUMUT.
    3. Standart Mutu Minyak Sawit Indonesia.
    4. Pemeliharaan kelapa sawit.
    5. Manfaat kelapa sawit.

    Thursday, October 23, 2014

    Pemerintah Rusia diduga mencekal minyak kelapa sawit Indonesia sehingga tidak bisa masuk ke negara itu. April lalu, mereka memberikan notifikasi kepada World Trade Organization yang menyatakan syarat kadar peroksida minyak kelapa sawit dari Indonesia harus 0,9 persen saat sampai di Rusia.
    Ada dugaan ini sengaja dilakukan agar Rusia mengimpor minyak kelapa sawit dari negara yang jaraknya lebih dekat, Belanda, agar biayanya lebih murah. 
    Pemerintah Rusia tahu Indonesia tak mungkin dapat memenuhi persyaratan tersebut, sebab kadar peroksida minyak sawit Indonesia saat diekspor saja sudah mencapai 5 persen. Kadar tersebut kemungkinan besar meningkat 8-9 persen saat minyak sampai di Rusia. 

    Notifikasi persyaratan tersebut diajukan oleh pemerintah Rusia untuk dapat berlaku pada Oktober 2014. Para pelaku usaha, mulai ambil ancang-ancang dari sekarang untuk meminimalkan dampak pelarangan ekspor minyak kelapa sawit ke Rusia ini. 

    Ada apa dengan kelapa sawit Indonesia


    Kadar peroksida minyak kelapa sawit Indonesia

    Adapun kadar peroksida minyak kelapa sawit di Indonesia sudah memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh Codex, yaitu 5 persen. Pemerintah Rusia sendiri hanya mengajukan notifikasi peroksida 0,9 persen untuk minyak kelapa sawit Indonesia dan Malaysia. Padahal, minyak kelapa sawit dari Rotterdam yang dibebaskan masuk ke Rusia juga memiliki kadar peroksida yang serupa dengan Indonesia dan Malaysia.

    Ada kemungkinan lain yang menyebabkan pencekalan ini. Pemerintah Rusia bisa saja lebih memilih minyak kedelai sebagai minyak nabati daripada kelapa sawit karena manfaatnya yang dinilai lebih banyak. 

    Jika notifikasi ini disetujui, Indonesia harus siap mencari target baru, kecuali para pelaku usaha kelapa sawit di Indonesia dapat membangun pabrik pengolahan sawit di luar Indonesia, sehingga kadar peroksida minyak kelapa sawit menjadi lebih rendah karena tak banyak terpengaruh kondisi saat pengiriman.

    Rusia merupakan salah satu negara mitra dagang potensial bagi Indonesia. Pada 2013, Rusia menduduki urutan ke-29 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia. Pertumbuhan kinerja perdagangan bilateral di antara kedua negara selama lima tahun terakhir (2009-2013) rata-rata 45,1 persen per tahun.
    "Ekspor utama Indonesia ke Rusia meliputi produk minyak sawit dan turunannya, alas kaki, kopi, kopra, dan karet alam pada 2013. Di lain pihak, impor utama Indonesia dari Rusia mencakup produk turunan dari besi dan baja, suku cadang pesawat, peralatan militer, asbes, serta gandum," 
    Notifikasi ini akan membawa dampak bagi neraca perdagangan Indonesia dan Rusia. Diperkirakan kerugian akibat pencekalan ini adalah sebanyak 100.000-150.000 ton minyak harus mencari pasar baru untuk diekspor.

    Indonesia dan Malaysia sangat cocok untuk tanaman sawit

    Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang beruntung dikaruniakan oleh Tuhan Yang Maha Esa lahan yang subur serta cocok untuk tanaman kelapa sawit ini. Sehingga mendukung tumbuh kembangnya produk-produk minyak nabati seperti kelapa sawit dan kelapa. 

    Utamanya kelapa sawit, kedua negara ini telah menjelma menjadi dua raksasa pengekspor minyak sawit terbesar di dunia. Posisi bergengsi ini mengancam Amerika Serikat dan Eropa yang selama ini menjadi penguasa minyak nabati berbahan kedelai, kanola, dan bunga matahari. 

    Mereka begitu takut minyak sawit akan mengandaskan lahan-lahan maha luas milik mereka yang selama ini memasok kebutuhan bio-diesel dunia. Sehingga dengan liciknya AS mengeluarkan surat peringatan dari Enviromental Protection Agency (EPA) yang menyatakan bahwa emisi minyak sawit (CPO) Indonesia kurang dari 20% emisi minyak fosil. 

    Pemilik lahan dan eksportir CPO di Indonesia dan Malaysia pun kelabakan dengan surat itu, ekspor CPO akan terancam di seluruh dunia karena EPA juga banyak dijadikan acuan di negara-negara lain. Bahkan di Eropa, mereka menetapkan minimum emisi adalah 35%. Tak heran Indonesia dan Malaysia pun menuduh AS dan Eropa sudah menetapkan kebijakan proteksi membabi buta dan sudah melanggar ketentuan WTO yang mengharamkan negara-negara anggotanya mempersulit masuknya produk dari negara anggota lainnya.

    Tak heran jika melihat tingkah laku AS dan Eropa yang begitu ketakutan dengan minyak nabati Indonesia dan Malaysia. Satu-satunya alasan kuat mengapa mereka melakukan proteksi itu adalah karena selama ini produk minyak nabati mereka berasal dari kedelai, kanola, dan bunga matahari. 

    Bayangkan, sawit hanya membutuhkan lahan seluas 5% namun memberika kontribusi produksi dunia sebesar 32%. Sementara, kedelai menggunakan lahan seluas 42% namun hanya memberikan kontribusi produksi dunia hanya 25%. Produksi sawit 10 kali lebih besar dari pada kedelai, 6 kali lebih besar dari pada kanola, dan 8 kali lebih besar dari pada bunga matahari. Singkat kata, sawit bisa menjadi pembunuh minyak nabati AS dan Eropa.

    Ada apa dengan kelapa sawit Indonesia

    Kampanye negatif minyak sawit Indonesia

    Siasat pun dilakukan oleh otoritas AS dan Eropa dengan menggandeng LSM Internasional, termasuk Green Peace, untuk mengkampanyekan kerusakan lingkungan akibat tanaman sawit. 

    Namun, setidaknya laporan dari The Taxpayers Alliance (sebuah lembaga pengawasan penggunaan dana pajak di Inggris) mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Di laporan itu terungkap bahwa uang pajak rakyat Inggris dan negara-negara Eropa mengalir ke 10 LSM Internasional, termasuk Green Peace. Uang pajak itu digunakan untuk mengkampanyekan isu deforestasi di kawasan Asia dengan tujuan untuk melemahkan daya saing industri sawit Asia terhadap minyak nabati Eropa.

    Sebenarnya, sebelum serangan terhadap minyak sawit Indonesia, produk minyak kelapa (kopra) sudah lebih dulu babak belur dihajar konspirasi dagang AS dan Eropa. Jika pada sawit isu yang dihembuskan adalah masalah lingkungan hidup, untuk minyak kelapa adalah pada bahaya kolestrol. 

    Motifnya tetap sama, yaitu melindungi minyak kedelai, bunga matahari dan minyak jagung mereka yang merajai pasar minyak goreng. Padahal, minyak kelapa Indonesia sudah dipakai ratusan tahun, dan secara ilmiah sudah terbukti bahwa orang-orang Indonesia zaman dahulu yang mengkonsumsi minyak kelapa justru jauh dari kolestrol, obesitas (kegemukan) dan penyakit kardiovaskular. 

    Bandingkan dengan warga AS yang menempati urutan pertama di dunia yang memiliki warga obesitas. Orang-orang Indonesia dan Asia justru baru belakangan terserang wabah kolestrol dan obesitas setelah banyak produk-produk pangan AS dan Eropa yang kaya kandungan kolestrol menyerbu masuk ke pasar Asia.

    Citra buruk kelapa sawit Indonesia

    Citra buruk kelapa dibangun secara berkelanjutan, bertahap, meluas, menakut-nakuti masyarakat dengan hasil-hasil penelitian sepihak oleh lembaga-lembaga yang diduga kuat telah dibiayai oleh industrialis minyak goreng AS dan Eropa. Pangkalnya, sejak perang dunia kedua selesai, penjualan minyak kelapa sudah jauh melampaui minyak kedelai produksi AS sendiri.

    Era 1960-an pun diramaikan dengan hasil riset yang menyatakan bahwa di dalam minyak kelapa terkandung kolestrol jahat dan memicu penyakit kardiovaskuler. Saat yang sama, asosiasi produsen minyak kedelai AS berkampanye besar-besaran dengan mendompleng pada hasil-hasil riset tersebut. 

    Semua industri di AS kompak menyerang minyak kelapa. Industri farmasi dan pelangsing tubuh sepakat memberika label "bebas minyak tropis (kelapa)" untuk menunjukkan citra bahwa minyak kelapa sangat berbahaya. Ironisnya, saat yang sama AS justru mengekspor merek-merek junk foot (cepat saji) ke seluruh dunia, yang jelas-jelas mengandung kolestrol tinggi. Ini politik dua muka AS yang sangat menjijikan. Dikutip dari berbagai sumber.

    Ada apa dengan kelapa sawit Indonesia

    Posted at  1:22 PM  |  in  Seimangkei  |  Read More»

    Pemerintah Rusia diduga mencekal minyak kelapa sawit Indonesia sehingga tidak bisa masuk ke negara itu. April lalu, mereka memberikan notifikasi kepada World Trade Organization yang menyatakan syarat kadar peroksida minyak kelapa sawit dari Indonesia harus 0,9 persen saat sampai di Rusia.
    Ada dugaan ini sengaja dilakukan agar Rusia mengimpor minyak kelapa sawit dari negara yang jaraknya lebih dekat, Belanda, agar biayanya lebih murah. 
    Pemerintah Rusia tahu Indonesia tak mungkin dapat memenuhi persyaratan tersebut, sebab kadar peroksida minyak sawit Indonesia saat diekspor saja sudah mencapai 5 persen. Kadar tersebut kemungkinan besar meningkat 8-9 persen saat minyak sampai di Rusia. 

    Notifikasi persyaratan tersebut diajukan oleh pemerintah Rusia untuk dapat berlaku pada Oktober 2014. Para pelaku usaha, mulai ambil ancang-ancang dari sekarang untuk meminimalkan dampak pelarangan ekspor minyak kelapa sawit ke Rusia ini. 

    Ada apa dengan kelapa sawit Indonesia


    Kadar peroksida minyak kelapa sawit Indonesia

    Adapun kadar peroksida minyak kelapa sawit di Indonesia sudah memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh Codex, yaitu 5 persen. Pemerintah Rusia sendiri hanya mengajukan notifikasi peroksida 0,9 persen untuk minyak kelapa sawit Indonesia dan Malaysia. Padahal, minyak kelapa sawit dari Rotterdam yang dibebaskan masuk ke Rusia juga memiliki kadar peroksida yang serupa dengan Indonesia dan Malaysia.

    Ada kemungkinan lain yang menyebabkan pencekalan ini. Pemerintah Rusia bisa saja lebih memilih minyak kedelai sebagai minyak nabati daripada kelapa sawit karena manfaatnya yang dinilai lebih banyak. 

    Jika notifikasi ini disetujui, Indonesia harus siap mencari target baru, kecuali para pelaku usaha kelapa sawit di Indonesia dapat membangun pabrik pengolahan sawit di luar Indonesia, sehingga kadar peroksida minyak kelapa sawit menjadi lebih rendah karena tak banyak terpengaruh kondisi saat pengiriman.

    Rusia merupakan salah satu negara mitra dagang potensial bagi Indonesia. Pada 2013, Rusia menduduki urutan ke-29 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia. Pertumbuhan kinerja perdagangan bilateral di antara kedua negara selama lima tahun terakhir (2009-2013) rata-rata 45,1 persen per tahun.
    "Ekspor utama Indonesia ke Rusia meliputi produk minyak sawit dan turunannya, alas kaki, kopi, kopra, dan karet alam pada 2013. Di lain pihak, impor utama Indonesia dari Rusia mencakup produk turunan dari besi dan baja, suku cadang pesawat, peralatan militer, asbes, serta gandum," 
    Notifikasi ini akan membawa dampak bagi neraca perdagangan Indonesia dan Rusia. Diperkirakan kerugian akibat pencekalan ini adalah sebanyak 100.000-150.000 ton minyak harus mencari pasar baru untuk diekspor.

    Indonesia dan Malaysia sangat cocok untuk tanaman sawit

    Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang beruntung dikaruniakan oleh Tuhan Yang Maha Esa lahan yang subur serta cocok untuk tanaman kelapa sawit ini. Sehingga mendukung tumbuh kembangnya produk-produk minyak nabati seperti kelapa sawit dan kelapa. 

    Utamanya kelapa sawit, kedua negara ini telah menjelma menjadi dua raksasa pengekspor minyak sawit terbesar di dunia. Posisi bergengsi ini mengancam Amerika Serikat dan Eropa yang selama ini menjadi penguasa minyak nabati berbahan kedelai, kanola, dan bunga matahari. 

    Mereka begitu takut minyak sawit akan mengandaskan lahan-lahan maha luas milik mereka yang selama ini memasok kebutuhan bio-diesel dunia. Sehingga dengan liciknya AS mengeluarkan surat peringatan dari Enviromental Protection Agency (EPA) yang menyatakan bahwa emisi minyak sawit (CPO) Indonesia kurang dari 20% emisi minyak fosil. 

    Pemilik lahan dan eksportir CPO di Indonesia dan Malaysia pun kelabakan dengan surat itu, ekspor CPO akan terancam di seluruh dunia karena EPA juga banyak dijadikan acuan di negara-negara lain. Bahkan di Eropa, mereka menetapkan minimum emisi adalah 35%. Tak heran Indonesia dan Malaysia pun menuduh AS dan Eropa sudah menetapkan kebijakan proteksi membabi buta dan sudah melanggar ketentuan WTO yang mengharamkan negara-negara anggotanya mempersulit masuknya produk dari negara anggota lainnya.

    Tak heran jika melihat tingkah laku AS dan Eropa yang begitu ketakutan dengan minyak nabati Indonesia dan Malaysia. Satu-satunya alasan kuat mengapa mereka melakukan proteksi itu adalah karena selama ini produk minyak nabati mereka berasal dari kedelai, kanola, dan bunga matahari. 

    Bayangkan, sawit hanya membutuhkan lahan seluas 5% namun memberika kontribusi produksi dunia sebesar 32%. Sementara, kedelai menggunakan lahan seluas 42% namun hanya memberikan kontribusi produksi dunia hanya 25%. Produksi sawit 10 kali lebih besar dari pada kedelai, 6 kali lebih besar dari pada kanola, dan 8 kali lebih besar dari pada bunga matahari. Singkat kata, sawit bisa menjadi pembunuh minyak nabati AS dan Eropa.

    Ada apa dengan kelapa sawit Indonesia

    Kampanye negatif minyak sawit Indonesia

    Siasat pun dilakukan oleh otoritas AS dan Eropa dengan menggandeng LSM Internasional, termasuk Green Peace, untuk mengkampanyekan kerusakan lingkungan akibat tanaman sawit. 

    Namun, setidaknya laporan dari The Taxpayers Alliance (sebuah lembaga pengawasan penggunaan dana pajak di Inggris) mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Di laporan itu terungkap bahwa uang pajak rakyat Inggris dan negara-negara Eropa mengalir ke 10 LSM Internasional, termasuk Green Peace. Uang pajak itu digunakan untuk mengkampanyekan isu deforestasi di kawasan Asia dengan tujuan untuk melemahkan daya saing industri sawit Asia terhadap minyak nabati Eropa.

    Sebenarnya, sebelum serangan terhadap minyak sawit Indonesia, produk minyak kelapa (kopra) sudah lebih dulu babak belur dihajar konspirasi dagang AS dan Eropa. Jika pada sawit isu yang dihembuskan adalah masalah lingkungan hidup, untuk minyak kelapa adalah pada bahaya kolestrol. 

    Motifnya tetap sama, yaitu melindungi minyak kedelai, bunga matahari dan minyak jagung mereka yang merajai pasar minyak goreng. Padahal, minyak kelapa Indonesia sudah dipakai ratusan tahun, dan secara ilmiah sudah terbukti bahwa orang-orang Indonesia zaman dahulu yang mengkonsumsi minyak kelapa justru jauh dari kolestrol, obesitas (kegemukan) dan penyakit kardiovaskular. 

    Bandingkan dengan warga AS yang menempati urutan pertama di dunia yang memiliki warga obesitas. Orang-orang Indonesia dan Asia justru baru belakangan terserang wabah kolestrol dan obesitas setelah banyak produk-produk pangan AS dan Eropa yang kaya kandungan kolestrol menyerbu masuk ke pasar Asia.

    Citra buruk kelapa sawit Indonesia

    Citra buruk kelapa dibangun secara berkelanjutan, bertahap, meluas, menakut-nakuti masyarakat dengan hasil-hasil penelitian sepihak oleh lembaga-lembaga yang diduga kuat telah dibiayai oleh industrialis minyak goreng AS dan Eropa. Pangkalnya, sejak perang dunia kedua selesai, penjualan minyak kelapa sudah jauh melampaui minyak kedelai produksi AS sendiri.

    Era 1960-an pun diramaikan dengan hasil riset yang menyatakan bahwa di dalam minyak kelapa terkandung kolestrol jahat dan memicu penyakit kardiovaskuler. Saat yang sama, asosiasi produsen minyak kedelai AS berkampanye besar-besaran dengan mendompleng pada hasil-hasil riset tersebut. 

    Semua industri di AS kompak menyerang minyak kelapa. Industri farmasi dan pelangsing tubuh sepakat memberika label "bebas minyak tropis (kelapa)" untuk menunjukkan citra bahwa minyak kelapa sangat berbahaya. Ironisnya, saat yang sama AS justru mengekspor merek-merek junk foot (cepat saji) ke seluruh dunia, yang jelas-jelas mengandung kolestrol tinggi. Ini politik dua muka AS yang sangat menjijikan. Dikutip dari berbagai sumber.

    Wednesday, October 22, 2014

    Artikel ini saya kutip dari blognya Pak Kwik Kian Gie , beliau lahir di Juwana, Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1935 dan beliau adalah seorang ahli ekonomi dan politikus Indonesia keturunan Tionghoa.

    Pak Kwik pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi (1999 - 2000) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas (2001 - 2004). Dan Pak Kwik juga seorang kader PDIP. Selain itu, sebagai bentuk pengabdian beliau di dunia pendidikan Indonesia, Pak Kwik mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia

    Masalah Pertanian, Transmigrasi dan Ketahanan Pangan

    Masalah pertanian, transmigrasi dan ketahanan pangan
    Masalah Pertanian, Transmigrasi dan Ketahanan Pangan tidak dapat dipisahkan yang satu dengan lainnya. Berbicara tentang pertanian, kendala utama adalah pemilikan lahan oleh petani kita. Petani yang memiliki tanah sendiri tidak banyak. Dan yang dimiliki oleh para petani juga rata-rata hanya sekitar 0,3 hektar saja, yang jelas tidak optimal, bahkan tidak mencukupi hasilnya guna memperoleh tingkat hidup yang sebagaimana mestinya. 

    Indonesia, terutama di luar pulau Jawa, tanahnya melimpah. Karena itu transmigrasi sangat penting, agar penduduk disebar secara merata pada tanah-tanah yang subur. Pentingnya transmigrasi sudah sangat dikenali sejak Indonesia merdeka. Dalam era Presiden Soeharto yang panjang, transmigrasi dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

    Jadi kepemilikan lahan pertanian oleh para petani dengan luas tanah yang mencukupi sangat penting, yang hanya dapat diwujudkan dengan konsep dan kebijakan transmigrasi yang direncanakan dengan matang.

    Kalau produksi sudah memadai, tetapi pembentukan harga hasil-hasil pertanian diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar, harga yang terbentuk bisa menjadi sangat rendah yang berarti pendapatan yang rendah buat para petani, yang berarti bahwa para petani yang miskin dan dipertahankan miskin dengan harga yang rendah, memberi subsidi kepada bagian dari rakyat yang lebih kaya.

    Untuk menanggulangi masalah ini peran BULOG menjadi sangat penting. BULOG juga sangat penting untuk menjaga kecukupan pangan.

    Pertanian

    Sektor ini sangat penting, karena kecuali harus dapat memenuhi kebutuhan pangan, juga merupakan sektor yang menghidupi bagian terbesar rakyat kita, yang sampai sekarang dibiarkan dalam kemiskinan.

    Dengan dalih bahwa hasil produksinya merupakan bahan pokok bagi rakyat seluruhnya, maka harga harus ditentukan cukup rendah agar terjangkau oleh seluruh rakyat, yang rata-rata pendapatannya masih rendah. Kebijakan yang perlu diberlakukan oleh Presiden terpilih untuk periode 2014 – 2019 dalam bidang pertanian adalah sebagai berikut :

    1. Pemerintah menentukan tanah-tanah yang mutlak diperuntukkan lahan pertanian. Tanah-tanah ini tidak boleh dialihkan fungsinya. Badan Pertanahan Nasional membuat master plan khusus untuk lahan-lahan pertanian yang mutlak tidak boleh dialihkan fungsinya
    2. Tanah yang sudah digarap sebagai lahan pertanian tidak boleh dialihkan fungsinya.
    3. Petani pemilik tanah tidak diperbolehkan menjual tanahnya kepada orang yang akan mengalihkan fungsinya menjadi tanah non pertanian.
    4. Banyak lahan pertanian yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang bermukim di perkotaan. Pola yang umum berlaku yalah bahwa buruh tani memperoleh hasil dalam naturasebesar 2/5. Ini sangat tidak adil dan dengan pendapatan yang demikian buruh tani tidak bisa hidup dengan layak. Maka tanah yang digarap oleh buruh tani dibeli paksa oleh pemerintah dengan formula yang cukup adil. Tanahnya dibiarkan digarap oleh buruh tani dengan bagi hasil yang secara drastis menguntungkan buruh tani. Tabungannya dapat dipakai untuk membeli tanah yang digarapnya dari pemerintah dengan harga yang sangat terjangkau.
    5. Masterplan tanah pertanian mencakup seluruh Indonesia, terutama di luar Jawa yang potensinya masih besar. Pembuatan masterplan ini, terutama yang menyangkut daerah-daerah terpencil di luar pulau Jawa adalah pekerjaan jangka panjang.
    6. Petani yang menggarap tanahnya sendiri, luas rata-ratanya jauh di bawah optimal, yaitu 0,3 hektar. Pemerintah harus melakukan landreform menyeluruh, agar petani pemilik ini dapat diperbesar pemilikannya dengan harga yang terjangkau.
    7. Perhatian sangat serius dan penanganan sangat bersungguh-dungguh dalam bidang pertanian akan merupakan masalah hidup mati buat bangsa kita, karena harga pangan yang kecenderungannya akan terus meningkat. Ini terkait erat dengan kenyataan bahwa banyak bahan makanan yang dikonversi menjadi energi seperti jagung.

    Tanah subur dengan iklim kondusif untuk pertanian dan perkebunan yang tersebar di seluruh kepulauan masih sangat banyak yang belum dihuni atau penduduknya terlampau sedikit.

    Pemanfaatan tanah-tanah seperti ini tidak dapat dipisahkan dari Transmigrasi. Transmigrasi yang sudah lama tidak terdengar lagi mulai digarap secara sungguh-sungguh dengan titik tolak dari apa saja yang sudah pernah dilakukan di masa lampau.

    Pola transmigrasi oleh pemerintah harus dilakukan secara profesional. Jangan segan-segan menggunakan jasa konsultan dari negara lain yang jelas-jelas mempunyai pengetahuan dan pengalaman.

    Transmigrasi tidak berarti hanya memindahkan penduduk. Prasarananya dibangun oleh pemerintah dengan pembiayaan oleh APBN. Pemerintah tidak boleh mendasarkan segala-galanya pada mekanisme pasar dan tidak boleh mempunyai pandangan bahwa barang dan jasa publik harus diserahkan kepada swasta yang keputusannya semata-mata didasarkan atas perhitungan untung rugi.

    Terpusatnya segala-galanya di kota-kota besar, terutama di Jakarta menunjukkan betapa tiadanya kemampuan atau keinginan atau visi bahwa di luar pulau Jawa potensi untuk kegiatan apa saja masih sangat besar, walaupun sudah banyak yang “dirampok”.

    Ketahanan Pangan dan BULOG

    Pemerintah harusmenjamin harga yang memadai bagi petani untuk dapat mencukupi kehidupannya. Caranya memfungsikan BULOG untuk beras dan komoditi pertanian yang penting lainnya.Kebijakannya mempertahankan harga yang cukup tinggi guna memberi pendapatan yang memadai kepada para petani. 

    Bagaimana mekanisme kerja BULOG untuk mencapai semua tujuan ini sudah dirumuskan sejak awal BULOG didirikan, dan disempurnakan terus. Intinya, untuk komoditi strategis seperti beras, minyak goreng, gula dan kebutuhan pokok lainnya BULOG membentuk dana egalisasi yang dipakai untuk melakukan operasi pasar melalui mekanisme pasar yang ada. 

    BULOG menggunakan kekuatan modalnya untuk melakukan penjualan dan pembelian dengan maksud menjaga kecukupan pangan dan kebutuhan pokok, dan menjaga stabilitas harga. Karena itu BULOG memang diperbolehkan merugi. Biasanya, kerugian dan keuntungannya berimbang dalam melakukan operasi pasar.

    Yang harus dijalankan sekarang agar BULOG dijaga kebersihannya dari KKN. Caranya memberikan gaji tinggi kepada para pejabat BULOG, tetapi menghukumnya sangat berat kalau masih berani ber-KKN.

    BULOG harus menyadari sepenuhnya bahwa perannya dalam membela rakyat banyak dan dalam bidang ketahanan pangan sangat krusial. Maka Presiden akan sangat keras terhadapnya kalau lalai dan tidak berdisiplin. BULOG hanya bisa bekerja sebagaimana mestinya kalau Tim Ekonomi tidak dogmatis dan doktriner dengan paham mekanisme pasar yang dimutlakkan dan dipegang teguh bagaikan agama. Kelompok fundamentalisme pasar harus disingkirkan dari kekuasaan ekonomi.

    Kebijakan harga beras yang menjamin kehidupan yang layak buat para petani tidak dapat dilepaskan dari kebijakan pengaturan lahan dalam kerangka yang lebih luas, atau kebijakan tata ruang. Caranya telah dikemukakan dalam paragraf sebelumnya.
    Bagian terbesar dari petani beras hidup dalam kemiskinan.Ironisnya, justru mereka yang menyediakan beras untuk seluruh bangsa. Sangat tidak adil.
    Jadi dalam kontroversi harga beras murah atau harga beras mahal, kebijakan Presiden hendaknya jelas, yaitu bahwa harga beras harus menjamin pendapatan yang layak buat petaninya. Ini berarti bahwa beras harus dibeli dengan harga yang cukup tinggi untuk memberi pendapatan yang memadai kepada para petani.

    Agar harga terjangkau buat rakyat banyak, BULOG menjual dengan tingkat harga yang sesuai dengan daya beli masyarakat. Jadi BULOG membeli dari petani dengan harga yang relatif tinggi guna menjamin pendapatan yang memadai buat para petani, namun menjualnya dengan harga yang relatif rendah guna menjamin terjangkaunya beras dan bahan pokok lainnya buat rakyat banyak.

    Apakah BULOG merugi

    Apakah dengan demikian berarti bahwa BULOG harus selalu merugi? Tidak harus selalu merugi, karena berapa besar pendapatan BULOG dan berapa besar jumlah uang yang harus dipakai untuk membeli beras dari para petani sangat tergantung dari volume supply dan demand. Dalam hal supply banyak, harga yang menurun bisa memberikan pendapatan yang mencukupi bagi para petani, tergantung dari elastisitas harganya.

    Dengan memasukkan faktor impor dan ekspor, perbandingan harga di paar internasional yang bisa berbeda dengan harga di dalam negeri juga bisa memberikan kompensasi yang membuat BULOG impas, atau bahkan untung. Jelas bahwa semuanya tergantung dari keseluruhan supply dan demand di dunia.

    Namun kalaupun BULOG harus merugi, apa salahnya menutup kerugiannya dari APBN ? Mereka yang tidak menyetujui bahwa BULOG boleh merugi yang ditutup dari APBN menganut faham bahwa pemerintah tidak boleh mengintervensi bekerjanya mekanisme pasar, atau kita harus menjalankan liberalisasi yang sejauh mungkin dalam perdagangan, walaupun menyangkut kebutuhan pokok rakyat banyak.

    Liberalisasi dalam perdagangan beras dan bahan pokok lainnya memusnahkan kemampuan memproduksi sendiri, sehingga tergantung sepenuhnya pada impor. Ini sangat besar resikonya, karena total volume perdagangan beras dunia relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan Indonesia.

    Itulah sebabnya proteksi dan dukungan kepada petani yang dimungkinkan oleh World Trade Organisation (WTO) dimanfaatkan sepenuhnya oleh negara-negara termaju dan terkaya yang memproteksi para petaninya.

    Sebagai contoh, pemerintah Amerika Serikat selalu memproteksi para petaninya dalam jumlah sampai trilyunan dollar AS. Demikian juga dengan negara-negara Uni Eropa. Sangatlah konyol bahwa Tim Ekonomi Indonesia dengan mashab liberalisme yang dihayatinya bagaikan agama, merasa tabu melakukan intervensi dan regulasi oleh pemerintah.


    Masalah pertanian, transmigrasi dan ketahanan pangan

    Posted at  9:59 AM  |  in  seputar pertanian  |  Read More»

    Artikel ini saya kutip dari blognya Pak Kwik Kian Gie , beliau lahir di Juwana, Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1935 dan beliau adalah seorang ahli ekonomi dan politikus Indonesia keturunan Tionghoa.

    Pak Kwik pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi (1999 - 2000) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas (2001 - 2004). Dan Pak Kwik juga seorang kader PDIP. Selain itu, sebagai bentuk pengabdian beliau di dunia pendidikan Indonesia, Pak Kwik mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia

    Masalah Pertanian, Transmigrasi dan Ketahanan Pangan

    Masalah pertanian, transmigrasi dan ketahanan pangan
    Masalah Pertanian, Transmigrasi dan Ketahanan Pangan tidak dapat dipisahkan yang satu dengan lainnya. Berbicara tentang pertanian, kendala utama adalah pemilikan lahan oleh petani kita. Petani yang memiliki tanah sendiri tidak banyak. Dan yang dimiliki oleh para petani juga rata-rata hanya sekitar 0,3 hektar saja, yang jelas tidak optimal, bahkan tidak mencukupi hasilnya guna memperoleh tingkat hidup yang sebagaimana mestinya. 

    Indonesia, terutama di luar pulau Jawa, tanahnya melimpah. Karena itu transmigrasi sangat penting, agar penduduk disebar secara merata pada tanah-tanah yang subur. Pentingnya transmigrasi sudah sangat dikenali sejak Indonesia merdeka. Dalam era Presiden Soeharto yang panjang, transmigrasi dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

    Jadi kepemilikan lahan pertanian oleh para petani dengan luas tanah yang mencukupi sangat penting, yang hanya dapat diwujudkan dengan konsep dan kebijakan transmigrasi yang direncanakan dengan matang.

    Kalau produksi sudah memadai, tetapi pembentukan harga hasil-hasil pertanian diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar, harga yang terbentuk bisa menjadi sangat rendah yang berarti pendapatan yang rendah buat para petani, yang berarti bahwa para petani yang miskin dan dipertahankan miskin dengan harga yang rendah, memberi subsidi kepada bagian dari rakyat yang lebih kaya.

    Untuk menanggulangi masalah ini peran BULOG menjadi sangat penting. BULOG juga sangat penting untuk menjaga kecukupan pangan.

    Pertanian

    Sektor ini sangat penting, karena kecuali harus dapat memenuhi kebutuhan pangan, juga merupakan sektor yang menghidupi bagian terbesar rakyat kita, yang sampai sekarang dibiarkan dalam kemiskinan.

    Dengan dalih bahwa hasil produksinya merupakan bahan pokok bagi rakyat seluruhnya, maka harga harus ditentukan cukup rendah agar terjangkau oleh seluruh rakyat, yang rata-rata pendapatannya masih rendah. Kebijakan yang perlu diberlakukan oleh Presiden terpilih untuk periode 2014 – 2019 dalam bidang pertanian adalah sebagai berikut :

    1. Pemerintah menentukan tanah-tanah yang mutlak diperuntukkan lahan pertanian. Tanah-tanah ini tidak boleh dialihkan fungsinya. Badan Pertanahan Nasional membuat master plan khusus untuk lahan-lahan pertanian yang mutlak tidak boleh dialihkan fungsinya
    2. Tanah yang sudah digarap sebagai lahan pertanian tidak boleh dialihkan fungsinya.
    3. Petani pemilik tanah tidak diperbolehkan menjual tanahnya kepada orang yang akan mengalihkan fungsinya menjadi tanah non pertanian.
    4. Banyak lahan pertanian yang dimiliki oleh tuan-tuan tanah yang bermukim di perkotaan. Pola yang umum berlaku yalah bahwa buruh tani memperoleh hasil dalam naturasebesar 2/5. Ini sangat tidak adil dan dengan pendapatan yang demikian buruh tani tidak bisa hidup dengan layak. Maka tanah yang digarap oleh buruh tani dibeli paksa oleh pemerintah dengan formula yang cukup adil. Tanahnya dibiarkan digarap oleh buruh tani dengan bagi hasil yang secara drastis menguntungkan buruh tani. Tabungannya dapat dipakai untuk membeli tanah yang digarapnya dari pemerintah dengan harga yang sangat terjangkau.
    5. Masterplan tanah pertanian mencakup seluruh Indonesia, terutama di luar Jawa yang potensinya masih besar. Pembuatan masterplan ini, terutama yang menyangkut daerah-daerah terpencil di luar pulau Jawa adalah pekerjaan jangka panjang.
    6. Petani yang menggarap tanahnya sendiri, luas rata-ratanya jauh di bawah optimal, yaitu 0,3 hektar. Pemerintah harus melakukan landreform menyeluruh, agar petani pemilik ini dapat diperbesar pemilikannya dengan harga yang terjangkau.
    7. Perhatian sangat serius dan penanganan sangat bersungguh-dungguh dalam bidang pertanian akan merupakan masalah hidup mati buat bangsa kita, karena harga pangan yang kecenderungannya akan terus meningkat. Ini terkait erat dengan kenyataan bahwa banyak bahan makanan yang dikonversi menjadi energi seperti jagung.

    Tanah subur dengan iklim kondusif untuk pertanian dan perkebunan yang tersebar di seluruh kepulauan masih sangat banyak yang belum dihuni atau penduduknya terlampau sedikit.

    Pemanfaatan tanah-tanah seperti ini tidak dapat dipisahkan dari Transmigrasi. Transmigrasi yang sudah lama tidak terdengar lagi mulai digarap secara sungguh-sungguh dengan titik tolak dari apa saja yang sudah pernah dilakukan di masa lampau.

    Pola transmigrasi oleh pemerintah harus dilakukan secara profesional. Jangan segan-segan menggunakan jasa konsultan dari negara lain yang jelas-jelas mempunyai pengetahuan dan pengalaman.

    Transmigrasi tidak berarti hanya memindahkan penduduk. Prasarananya dibangun oleh pemerintah dengan pembiayaan oleh APBN. Pemerintah tidak boleh mendasarkan segala-galanya pada mekanisme pasar dan tidak boleh mempunyai pandangan bahwa barang dan jasa publik harus diserahkan kepada swasta yang keputusannya semata-mata didasarkan atas perhitungan untung rugi.

    Terpusatnya segala-galanya di kota-kota besar, terutama di Jakarta menunjukkan betapa tiadanya kemampuan atau keinginan atau visi bahwa di luar pulau Jawa potensi untuk kegiatan apa saja masih sangat besar, walaupun sudah banyak yang “dirampok”.

    Ketahanan Pangan dan BULOG

    Pemerintah harusmenjamin harga yang memadai bagi petani untuk dapat mencukupi kehidupannya. Caranya memfungsikan BULOG untuk beras dan komoditi pertanian yang penting lainnya.Kebijakannya mempertahankan harga yang cukup tinggi guna memberi pendapatan yang memadai kepada para petani. 

    Bagaimana mekanisme kerja BULOG untuk mencapai semua tujuan ini sudah dirumuskan sejak awal BULOG didirikan, dan disempurnakan terus. Intinya, untuk komoditi strategis seperti beras, minyak goreng, gula dan kebutuhan pokok lainnya BULOG membentuk dana egalisasi yang dipakai untuk melakukan operasi pasar melalui mekanisme pasar yang ada. 

    BULOG menggunakan kekuatan modalnya untuk melakukan penjualan dan pembelian dengan maksud menjaga kecukupan pangan dan kebutuhan pokok, dan menjaga stabilitas harga. Karena itu BULOG memang diperbolehkan merugi. Biasanya, kerugian dan keuntungannya berimbang dalam melakukan operasi pasar.

    Yang harus dijalankan sekarang agar BULOG dijaga kebersihannya dari KKN. Caranya memberikan gaji tinggi kepada para pejabat BULOG, tetapi menghukumnya sangat berat kalau masih berani ber-KKN.

    BULOG harus menyadari sepenuhnya bahwa perannya dalam membela rakyat banyak dan dalam bidang ketahanan pangan sangat krusial. Maka Presiden akan sangat keras terhadapnya kalau lalai dan tidak berdisiplin. BULOG hanya bisa bekerja sebagaimana mestinya kalau Tim Ekonomi tidak dogmatis dan doktriner dengan paham mekanisme pasar yang dimutlakkan dan dipegang teguh bagaikan agama. Kelompok fundamentalisme pasar harus disingkirkan dari kekuasaan ekonomi.

    Kebijakan harga beras yang menjamin kehidupan yang layak buat para petani tidak dapat dilepaskan dari kebijakan pengaturan lahan dalam kerangka yang lebih luas, atau kebijakan tata ruang. Caranya telah dikemukakan dalam paragraf sebelumnya.
    Bagian terbesar dari petani beras hidup dalam kemiskinan.Ironisnya, justru mereka yang menyediakan beras untuk seluruh bangsa. Sangat tidak adil.
    Jadi dalam kontroversi harga beras murah atau harga beras mahal, kebijakan Presiden hendaknya jelas, yaitu bahwa harga beras harus menjamin pendapatan yang layak buat petaninya. Ini berarti bahwa beras harus dibeli dengan harga yang cukup tinggi untuk memberi pendapatan yang memadai kepada para petani.

    Agar harga terjangkau buat rakyat banyak, BULOG menjual dengan tingkat harga yang sesuai dengan daya beli masyarakat. Jadi BULOG membeli dari petani dengan harga yang relatif tinggi guna menjamin pendapatan yang memadai buat para petani, namun menjualnya dengan harga yang relatif rendah guna menjamin terjangkaunya beras dan bahan pokok lainnya buat rakyat banyak.

    Apakah BULOG merugi

    Apakah dengan demikian berarti bahwa BULOG harus selalu merugi? Tidak harus selalu merugi, karena berapa besar pendapatan BULOG dan berapa besar jumlah uang yang harus dipakai untuk membeli beras dari para petani sangat tergantung dari volume supply dan demand. Dalam hal supply banyak, harga yang menurun bisa memberikan pendapatan yang mencukupi bagi para petani, tergantung dari elastisitas harganya.

    Dengan memasukkan faktor impor dan ekspor, perbandingan harga di paar internasional yang bisa berbeda dengan harga di dalam negeri juga bisa memberikan kompensasi yang membuat BULOG impas, atau bahkan untung. Jelas bahwa semuanya tergantung dari keseluruhan supply dan demand di dunia.

    Namun kalaupun BULOG harus merugi, apa salahnya menutup kerugiannya dari APBN ? Mereka yang tidak menyetujui bahwa BULOG boleh merugi yang ditutup dari APBN menganut faham bahwa pemerintah tidak boleh mengintervensi bekerjanya mekanisme pasar, atau kita harus menjalankan liberalisasi yang sejauh mungkin dalam perdagangan, walaupun menyangkut kebutuhan pokok rakyat banyak.

    Liberalisasi dalam perdagangan beras dan bahan pokok lainnya memusnahkan kemampuan memproduksi sendiri, sehingga tergantung sepenuhnya pada impor. Ini sangat besar resikonya, karena total volume perdagangan beras dunia relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan Indonesia.

    Itulah sebabnya proteksi dan dukungan kepada petani yang dimungkinkan oleh World Trade Organisation (WTO) dimanfaatkan sepenuhnya oleh negara-negara termaju dan terkaya yang memproteksi para petaninya.

    Sebagai contoh, pemerintah Amerika Serikat selalu memproteksi para petaninya dalam jumlah sampai trilyunan dollar AS. Demikian juga dengan negara-negara Uni Eropa. Sangatlah konyol bahwa Tim Ekonomi Indonesia dengan mashab liberalisme yang dihayatinya bagaikan agama, merasa tabu melakukan intervensi dan regulasi oleh pemerintah.


    Thursday, October 9, 2014

    Crude Palm Oil (CPO) atau disebut dengan minyak kelapa sawit adalah produk yang ditransaksikan pada pasar komoditi. Komoditi ini merupakan hasil sumber daya alam yang lazim diolah menjadi berbagai produk turunan, baik berupa barang konsumsi maupun bahan baku industri. 

    Indonesia merupakan penghasil minyak sawit terbesar dunia, kemudian disusul oleh Malaysia. Akan tetapi, Malaysia terlebih dahulu memperkenalkan produk berjangka CPO berdenominasi Ringgit dibandingkan Indonesia.

    Saat ini Indonesia telah memiliki bursa yang memperdagangkan kontrak berjangka minyak kelapa sawit, yakni Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia. Produk kontrak minyak sawit memiliki kode perdagangan KPOc3, menurut versi Reuters. Sedangkan di ICDX sendiri, kode perdagangan CPO adalah CPOTR.  

    Salah satu alasan yang membuat CPO layak ditransaksikan pada bursa berjangka adalah tingginya permintaan fisik terhadap komoditi ini. Hal ini bisa dimaklumi mengingat kegunaan minyak sawit dalam berbagai lini industri, baik produk rumah tangga ataupun bahan pangan. Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan harga CPO cenderung bergejolak mengikuti arah pergerakan komoditi lain seperti minyak mentah dan produk substitusi-nya.

    Trading CPO Minyak Kelapa Sawit

    Berikut ini adalah beberapa faktor yang sangat mempengaruhi pergerakan harga CPO:
    1. Iklim dan Cuaca
    Faktor cuaca memberi dampak signifikan bagi keberlangsungan harga CPO karena terkait erat dengan prinsip supply and demand. Faktor cuaca buruk akan mendorong kenaikan harga, mengingat volume produksi kelapa sawit jadi terancam. Di saat yang sama, arus permintaan terus berjalan normal.

    Korelasi: Negatif
    Semakin buruk faktor cuaca, maka harga cenderung semakin tinggi.

    2. Minyak Mentah
    Kenaikan harga minyak mentah umumnya akan memberi dorongan bagi kenaikan harga CPO. Alasannya karena proses produksi dan distribusi komoditi sawit sangat tergantung pada ketersediaan bahan bakar minyak. Keluarnya biaya tambahan akibat kenaikan harga minyak akan dibebankan pada harga jual CPO.

    Korelasi: Positif
    Semakin tinggi harga minyak mentah di pasaran, maka harga jual CPO semakin tinggi.

    3. Komoditi Substitusi
    Kenaikan harga CPO yang terlalu tinggi bisa membuat investor beralih ke komoditi substitusi, seperti minyak jagung maupun kedelai. Secara otomatis, harga komoditi pengganti tersebut juga akan terangkat. Apabila hal ini terjadi, maka CPO bisa makin mahal dibandingkan sebelumnya.

    Korelasi: Positif
    Semakin tinggi harga komoditi subtitusi, maka harga CPO juga ikut melonjak. Demikian pula sebaliknya. Dikutip dari berbagai sumber.

    Trading CPO Minyak Kelapa Sawit

    Posted at  8:36 PM  |  in  minyak kelapa sawit  |  Read More»

    Crude Palm Oil (CPO) atau disebut dengan minyak kelapa sawit adalah produk yang ditransaksikan pada pasar komoditi. Komoditi ini merupakan hasil sumber daya alam yang lazim diolah menjadi berbagai produk turunan, baik berupa barang konsumsi maupun bahan baku industri. 

    Indonesia merupakan penghasil minyak sawit terbesar dunia, kemudian disusul oleh Malaysia. Akan tetapi, Malaysia terlebih dahulu memperkenalkan produk berjangka CPO berdenominasi Ringgit dibandingkan Indonesia.

    Saat ini Indonesia telah memiliki bursa yang memperdagangkan kontrak berjangka minyak kelapa sawit, yakni Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia. Produk kontrak minyak sawit memiliki kode perdagangan KPOc3, menurut versi Reuters. Sedangkan di ICDX sendiri, kode perdagangan CPO adalah CPOTR.  

    Salah satu alasan yang membuat CPO layak ditransaksikan pada bursa berjangka adalah tingginya permintaan fisik terhadap komoditi ini. Hal ini bisa dimaklumi mengingat kegunaan minyak sawit dalam berbagai lini industri, baik produk rumah tangga ataupun bahan pangan. Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan harga CPO cenderung bergejolak mengikuti arah pergerakan komoditi lain seperti minyak mentah dan produk substitusi-nya.

    Trading CPO Minyak Kelapa Sawit

    Berikut ini adalah beberapa faktor yang sangat mempengaruhi pergerakan harga CPO:
    1. Iklim dan Cuaca
    Faktor cuaca memberi dampak signifikan bagi keberlangsungan harga CPO karena terkait erat dengan prinsip supply and demand. Faktor cuaca buruk akan mendorong kenaikan harga, mengingat volume produksi kelapa sawit jadi terancam. Di saat yang sama, arus permintaan terus berjalan normal.

    Korelasi: Negatif
    Semakin buruk faktor cuaca, maka harga cenderung semakin tinggi.

    2. Minyak Mentah
    Kenaikan harga minyak mentah umumnya akan memberi dorongan bagi kenaikan harga CPO. Alasannya karena proses produksi dan distribusi komoditi sawit sangat tergantung pada ketersediaan bahan bakar minyak. Keluarnya biaya tambahan akibat kenaikan harga minyak akan dibebankan pada harga jual CPO.

    Korelasi: Positif
    Semakin tinggi harga minyak mentah di pasaran, maka harga jual CPO semakin tinggi.

    3. Komoditi Substitusi
    Kenaikan harga CPO yang terlalu tinggi bisa membuat investor beralih ke komoditi substitusi, seperti minyak jagung maupun kedelai. Secara otomatis, harga komoditi pengganti tersebut juga akan terangkat. Apabila hal ini terjadi, maka CPO bisa makin mahal dibandingkan sebelumnya.

    Korelasi: Positif
    Semakin tinggi harga komoditi subtitusi, maka harga CPO juga ikut melonjak. Demikian pula sebaliknya. Dikutip dari berbagai sumber.

    Wednesday, July 23, 2014

    Pelaku usaha siap menambah kapasitas pabrik biodiesel seiring akan diimplementasikannya kebijakan mandatori biodiesel 20% (B20) mulai tahun depan.

    Kebijakan B20 membutuhkan sedikitnya 7-8 juta kiloliter (kl) biodiesel per tahunnya, sementara itu saat ini kapasitas pabrik di Tanah Air hanya sebesar 5,6-5,7 juta kl.

    Ketua Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Togar Sitanggang mengungkapkan, pemerintah telah memulai uji coba B20 dengan melakukan uji jalan (road test) pada enam kendaraan, Kamis (17/7).

    Apabila B20 menjadi mandatori mulai 2016, kapasitas produksi industri biodiesel dalam negeri akan meningkat dua kali lipat dari saat ini 5,6-5,7 juta kl.

    Pengusaha Siap Tambah Kapasitas Pabrik Biodiesel

    Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B20
    Di sisi lain, Indonesia juga akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B20, padahal Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) masih B7,5. “Apabila sampai pada tahap itu, Indonesia perlu membangun pabrik biodiesel baru dari kapasitas produksi saat ini." Bagi produsen tidak sulit untuk menggenjot produksi atau menambah kapasitas pabrik, asal harga menguntungkan.

    Sejumlah produsen juga sempat melakukan uji coba hingga B80 dan tidak ada masalah,” kata dia di Jakarta, pekan lalu. Dalam catatan Kementerian ESDM, kapasitas terpasang pabrik bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel sebanyak 5,6 juta kl per tahun yang berasal dari 25 izin usaha niaga BBN. Namun saat ini, izin yang masih aktif berproduksi hanya 14 produsen dengan kapasitas 4,6 juta kl.

    Pada 2013, produksi biodiesel mencapai 2,8 juta kl atau naik 24% dari 2012 yang hanya 2,2 juta kl. Kementerian ESDM menilai, tingkat produksi biodiesel yang masih di bawah kapasitas terpasang masih membuka peluang pemanfaatan bahan bakar jenis tersebut untuk mensubstitusi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

    Program biodiesel sejak 1 September 2013 telah ditingkatkan dari 7,5% menjadi 10% (B10) melalui Permen ESDM No 25 Tahun 2013. Melalui aturan itu, pencampuran akan ditingkatkan menjadi 20% (B20) mulai 2016.

    Togar mengungkapkan, kebijakan mandatori biodiesel itu mampu mendorong produsen untuk berinvestasi guna meningkatkan kapasitas pabrik atau malah membangun pabrik baru.

    Contohnya, Sinar Mas yang membangun pabrik biodiesel berkapasitas 450 ribu kl per tahun di Dumai dan Sucofindo di Cilegon. Namun demikian, Apolin tidak memiliki angka investasinya, termasuk peluang penambahan investasi biodiesel dengan mandatori B20. “Kami belum bisa sebut berapa investasi untuk penambahan kapasitas atau pembangunan pabrik biodiesel baru tersebut. Yang pasti produsen siap untuk berinvestasi.

    Sekali lagi jaminan harga menjadi penting, saat ini harga patokan biodiesel belum menarik,” kata dia. Menurut Togar Sitanggang, saat ini harga patokan biodiesel masih mengacu MOPS (Mean of Platts Singapore) dan HPE (Harga Patokan Ekspor) selama satu tahun yang sudah berlaku sejak 2007.

    Harga patokan itu tidak sesuai karena MOPS berbasis minyak fosil, sedangkan biodiesel berbasis minyak nabati, artinya dua komoditas yang dihitung berbeda.

    Selama Februari-April 2014, perbedaan MOPS dan HPE mencapai 50-60% per ton. Dia mengungkapkan, saat ini memang tengah dikaji harga patokan biodiesel yang baru dengan tidak lagi menggunakan MOPS, namun masih deadlock dengan PT Pertamina.

    Apolin sendiri mengusulkan agar harga patokan biodiesel menggunakan MOPS biodiesel dan bisa diluncurkan akhir tahun ini. Usulan ini telah dibahas oleh Dewan Energi Nasional (DEN). “Selama harga belum ekonomis, ekspor masih menjadi pilihan. Formula harga biodiesel yang menguntungkan adalah harga minyak sawit ditambah US$ 150 dikali kl. Sedangkan harga biodiesel berdasarkan HPE dan MOPS rata-rata US$ 887 per kl dan US$ 890 per kl,” kata dia.

    Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tungkot Sipayung pernah memperkirakan, pengembangan industri biodiesel di Tanah membutuhkan investasi Rp 6 triliun guna meningkatkan kapasitasnya dari saat ini. Sumber:SP

    Pengusaha Siap Tambah Kapasitas Pabrik Biodiesel

    Posted at  10:25 PM  |  in  Kelapa Sawit  |  Read More»

    Pelaku usaha siap menambah kapasitas pabrik biodiesel seiring akan diimplementasikannya kebijakan mandatori biodiesel 20% (B20) mulai tahun depan.

    Kebijakan B20 membutuhkan sedikitnya 7-8 juta kiloliter (kl) biodiesel per tahunnya, sementara itu saat ini kapasitas pabrik di Tanah Air hanya sebesar 5,6-5,7 juta kl.

    Ketua Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) Togar Sitanggang mengungkapkan, pemerintah telah memulai uji coba B20 dengan melakukan uji jalan (road test) pada enam kendaraan, Kamis (17/7).

    Apabila B20 menjadi mandatori mulai 2016, kapasitas produksi industri biodiesel dalam negeri akan meningkat dua kali lipat dari saat ini 5,6-5,7 juta kl.

    Pengusaha Siap Tambah Kapasitas Pabrik Biodiesel

    Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B20
    Di sisi lain, Indonesia juga akan menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan B20, padahal Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) masih B7,5. “Apabila sampai pada tahap itu, Indonesia perlu membangun pabrik biodiesel baru dari kapasitas produksi saat ini." Bagi produsen tidak sulit untuk menggenjot produksi atau menambah kapasitas pabrik, asal harga menguntungkan.

    Sejumlah produsen juga sempat melakukan uji coba hingga B80 dan tidak ada masalah,” kata dia di Jakarta, pekan lalu. Dalam catatan Kementerian ESDM, kapasitas terpasang pabrik bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel sebanyak 5,6 juta kl per tahun yang berasal dari 25 izin usaha niaga BBN. Namun saat ini, izin yang masih aktif berproduksi hanya 14 produsen dengan kapasitas 4,6 juta kl.

    Pada 2013, produksi biodiesel mencapai 2,8 juta kl atau naik 24% dari 2012 yang hanya 2,2 juta kl. Kementerian ESDM menilai, tingkat produksi biodiesel yang masih di bawah kapasitas terpasang masih membuka peluang pemanfaatan bahan bakar jenis tersebut untuk mensubstitusi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

    Program biodiesel sejak 1 September 2013 telah ditingkatkan dari 7,5% menjadi 10% (B10) melalui Permen ESDM No 25 Tahun 2013. Melalui aturan itu, pencampuran akan ditingkatkan menjadi 20% (B20) mulai 2016.

    Togar mengungkapkan, kebijakan mandatori biodiesel itu mampu mendorong produsen untuk berinvestasi guna meningkatkan kapasitas pabrik atau malah membangun pabrik baru.

    Contohnya, Sinar Mas yang membangun pabrik biodiesel berkapasitas 450 ribu kl per tahun di Dumai dan Sucofindo di Cilegon. Namun demikian, Apolin tidak memiliki angka investasinya, termasuk peluang penambahan investasi biodiesel dengan mandatori B20. “Kami belum bisa sebut berapa investasi untuk penambahan kapasitas atau pembangunan pabrik biodiesel baru tersebut. Yang pasti produsen siap untuk berinvestasi.

    Sekali lagi jaminan harga menjadi penting, saat ini harga patokan biodiesel belum menarik,” kata dia. Menurut Togar Sitanggang, saat ini harga patokan biodiesel masih mengacu MOPS (Mean of Platts Singapore) dan HPE (Harga Patokan Ekspor) selama satu tahun yang sudah berlaku sejak 2007.

    Harga patokan itu tidak sesuai karena MOPS berbasis minyak fosil, sedangkan biodiesel berbasis minyak nabati, artinya dua komoditas yang dihitung berbeda.

    Selama Februari-April 2014, perbedaan MOPS dan HPE mencapai 50-60% per ton. Dia mengungkapkan, saat ini memang tengah dikaji harga patokan biodiesel yang baru dengan tidak lagi menggunakan MOPS, namun masih deadlock dengan PT Pertamina.

    Apolin sendiri mengusulkan agar harga patokan biodiesel menggunakan MOPS biodiesel dan bisa diluncurkan akhir tahun ini. Usulan ini telah dibahas oleh Dewan Energi Nasional (DEN). “Selama harga belum ekonomis, ekspor masih menjadi pilihan. Formula harga biodiesel yang menguntungkan adalah harga minyak sawit ditambah US$ 150 dikali kl. Sedangkan harga biodiesel berdasarkan HPE dan MOPS rata-rata US$ 887 per kl dan US$ 890 per kl,” kata dia.

    Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tungkot Sipayung pernah memperkirakan, pengembangan industri biodiesel di Tanah membutuhkan investasi Rp 6 triliun guna meningkatkan kapasitasnya dari saat ini. Sumber:SP

    Monday, July 7, 2014

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meresmikan pemasangan tiang pancang (ground breaking) pembangunan pabrik PT Unilever Oleochemical Indonesia. Pembangunan pabrik sister company dari PT Unilever Tbk (UNVR) itu dilakukan sekaligus meresmikan proyek infrastruktur lainnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Kalau kita lihat peran dari Pak Hatta Rajasa dalam meresmikan tiang pancang di KEK Sei Mangkei mustahil sekali kalau Pak Hatta tidak bisa membedakan apa itu kalpataru dan Adipura

    Hatta tidak bisa membedakan kalpataru dan adipura
    Jusuf Kalla pun mengoreksi pertanyaan Hatta itu sewaktu debat capres terakhir 5 Juli kemarin. Seharusnya, penghargaan untuk kota di bidang lingkungan adalah Adipura. Kalpataru sendiri adalah penghargaan di bidang lingkungan untuk perseorangan atau kelompok, sebut JK.

    Calon wakil presiden Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Joko Widodo menyesalkan ketidakmengertian cawapres Hatta Rajasa dalam membedakan penghargaan di bidang lingkungan. Padahal, Hatta lama duduk di kabinet sebagai menteri.

    Sangat disayangkan Pak Hatta yang lama di pemerintahan tidak bisa membedakan antara Kalpataru dan Adipura. Bukan blunder, tapi enggak ngerti, ujar Pak JK seusai mengikuti debat capres-cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

    Sebelumnya, dalam debat terakhir capres-cawapres, JK meluruskan pertanyaan Hatta mengenai penghargaan Kalpataru. Hatta menganggap Kalpataru sebagai penghargaan untuk kota yang dianggap berhasil dalam bidang lingkungan hidup.

    Mulanya Hatta menanyakan kepada Jokowi mengenai pandangan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu terhadap penghargaan Kalpataru. Saat menyampaikan pertanyaannya, Hatta mengatakan bahwa Kalpataru merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang banyak diinginkan kota-kota. Jokowi menjawab bahwa Kalpataru merupakan penghargaan yang baik yang diberikan kepada perseorangan atau lembaga.

    Berikut 4 kategori penghargaan kalpataru 
    • Perintis Lingkungan, diberikan kepada warga masyarakat, bukan pegawai negeri dan bukan pula tokoh dari organisasi formal, yang berhasil merintis pengembangan dan melestarikan fungsi lingkungan hidup secara menonjol luar biasa dan merupakan kegiatan baru sama sekali bagi daerah atau kawasan yang bersangkutan.
    • Pengabdi Lingkungan, diberikan kepada petugas lapangan (Penyuluh Lapangan Penghijauan, Petugas Penyuluh Lapangan, Petugas Lapangan Kesehatan, Jagawana, Penjaga Pintu Air, dll) dan atau pegawai negeri (termasuk PNS, TNI, Polri, PPLH, PPNS, guru) yang mengabdikan diri dalam usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup yang jauh melampaui kewajiban dan tugas pokoknya serta berlangsung cukup lama.
    • Penyelamat Lingkungan, diberikan kepada kelompok masyarakat, baik informal (kelompok masyarakat adat, kelompok tani, kelompok masyarakat desa, komunitas adat, rukun warga, paguyuban, karangtaruna, dll) maupun formal (lembaga swadaya masyarakat, badan usaha, lembaga penelitian, lembaga pendidikan, koperasi, asosiasi profesi, organisasi kepemudaan, dan lain-lain) yang berhasil melakukan upaya-upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan kerusakan dan pencemaran (penyelamatan) lingkungan hidup.
    • Pembina Lingkungan, diberikan kepada pejabat, pengusaha, peneliti, atau tokoh masyarakat yang berhasil dan punya prakarsa untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan memberi pengaruh untuk membangkitkan kesadaran lingkungan serta peran masyarakat guna melestarikan fungsi lingkungan hidup, dan atau berhasil menemukan teknologi baru yang ramah lingkungan, seperti pejabat, pendidik, budayawan, seniman, wartawan, peneliti, pengusaha, manager, tokoh lembaga swadaya masyakat, tokoh agama, dan lain-lain.

    Hatta tidak bisa membedakan kalpataru dan adipura

    Posted at  9:44 PM  |  in  Seimangkei  |  Read More»

    Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meresmikan pemasangan tiang pancang (ground breaking) pembangunan pabrik PT Unilever Oleochemical Indonesia. Pembangunan pabrik sister company dari PT Unilever Tbk (UNVR) itu dilakukan sekaligus meresmikan proyek infrastruktur lainnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Kalau kita lihat peran dari Pak Hatta Rajasa dalam meresmikan tiang pancang di KEK Sei Mangkei mustahil sekali kalau Pak Hatta tidak bisa membedakan apa itu kalpataru dan Adipura

    Hatta tidak bisa membedakan kalpataru dan adipura
    Jusuf Kalla pun mengoreksi pertanyaan Hatta itu sewaktu debat capres terakhir 5 Juli kemarin. Seharusnya, penghargaan untuk kota di bidang lingkungan adalah Adipura. Kalpataru sendiri adalah penghargaan di bidang lingkungan untuk perseorangan atau kelompok, sebut JK.

    Calon wakil presiden Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Joko Widodo menyesalkan ketidakmengertian cawapres Hatta Rajasa dalam membedakan penghargaan di bidang lingkungan. Padahal, Hatta lama duduk di kabinet sebagai menteri.

    Sangat disayangkan Pak Hatta yang lama di pemerintahan tidak bisa membedakan antara Kalpataru dan Adipura. Bukan blunder, tapi enggak ngerti, ujar Pak JK seusai mengikuti debat capres-cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

    Sebelumnya, dalam debat terakhir capres-cawapres, JK meluruskan pertanyaan Hatta mengenai penghargaan Kalpataru. Hatta menganggap Kalpataru sebagai penghargaan untuk kota yang dianggap berhasil dalam bidang lingkungan hidup.

    Mulanya Hatta menanyakan kepada Jokowi mengenai pandangan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu terhadap penghargaan Kalpataru. Saat menyampaikan pertanyaannya, Hatta mengatakan bahwa Kalpataru merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang banyak diinginkan kota-kota. Jokowi menjawab bahwa Kalpataru merupakan penghargaan yang baik yang diberikan kepada perseorangan atau lembaga.

    Berikut 4 kategori penghargaan kalpataru 
    • Perintis Lingkungan, diberikan kepada warga masyarakat, bukan pegawai negeri dan bukan pula tokoh dari organisasi formal, yang berhasil merintis pengembangan dan melestarikan fungsi lingkungan hidup secara menonjol luar biasa dan merupakan kegiatan baru sama sekali bagi daerah atau kawasan yang bersangkutan.
    • Pengabdi Lingkungan, diberikan kepada petugas lapangan (Penyuluh Lapangan Penghijauan, Petugas Penyuluh Lapangan, Petugas Lapangan Kesehatan, Jagawana, Penjaga Pintu Air, dll) dan atau pegawai negeri (termasuk PNS, TNI, Polri, PPLH, PPNS, guru) yang mengabdikan diri dalam usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup yang jauh melampaui kewajiban dan tugas pokoknya serta berlangsung cukup lama.
    • Penyelamat Lingkungan, diberikan kepada kelompok masyarakat, baik informal (kelompok masyarakat adat, kelompok tani, kelompok masyarakat desa, komunitas adat, rukun warga, paguyuban, karangtaruna, dll) maupun formal (lembaga swadaya masyarakat, badan usaha, lembaga penelitian, lembaga pendidikan, koperasi, asosiasi profesi, organisasi kepemudaan, dan lain-lain) yang berhasil melakukan upaya-upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan kerusakan dan pencemaran (penyelamatan) lingkungan hidup.
    • Pembina Lingkungan, diberikan kepada pejabat, pengusaha, peneliti, atau tokoh masyarakat yang berhasil dan punya prakarsa untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan memberi pengaruh untuk membangkitkan kesadaran lingkungan serta peran masyarakat guna melestarikan fungsi lingkungan hidup, dan atau berhasil menemukan teknologi baru yang ramah lingkungan, seperti pejabat, pendidik, budayawan, seniman, wartawan, peneliti, pengusaha, manager, tokoh lembaga swadaya masyakat, tokoh agama, dan lain-lain.

    About-Privacy Policy-Contact us
    Copyright © 2013 Kelapa Sawit | Sei Mangkei. Blogger Template by Bloggertheme9
    Proudly Powered by Blogger.
    back to top